Pemetaan Daerah Rentan Rawan Pangan Sebagai Acuan Penetapan Lokus Intervensi

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 14 Agustus 2019 11:06, Dibaca 1,083 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Ketahanan pangan merupakan isu yang kompleks dan terkait erat dengan seluruh sektor pembangunan, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan ekonomi. Mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya bertujuan untuk mencapai status tahan pangan saja, tetapi juga untuk memperkecil risiko terjadinya kerawanan pangan.

Ketahanan pangan juga dipandang strategis mengingat tidak ada negara yang mampu melakukan pembangunan tanpa menyelesaikan terlebih dahulu masalah pangannya.  Jika dalam suatu negara terjadi kerawanan pangan, maka kestabilan ekonomi, politik, dan sosial akan terguncang. Membangun sistem ketahanan pangan yang kokoh merupakan syarat mutlak bagi pembangunan nasional.

(Baca Juga : Rapat Koordinasi Gabungan Pengamanan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pokok/Strategis)

Informasi yang update dan komprehensif tentang ketahanan dan kerentanan pangan sangat diperlukan sebagai alat evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan sekaligus menjadi dasar bagi para pembuat kebijakan dalam merencanakan kebijakan dan program, baik di tingkat pusat dan daerah. Ketersediaan informasi dan data yang tepat akan memudahkan dalam menetapkan prioritas intervensi program. Program-program akan lebih fokus dan sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah.


Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlass- FSVA) akan menjadi salah satu instrumen early warning system untuk mengelola krisis pangan dan gizi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Mengingat peranan FSVA yang sangat strategis tersebut, maka updating FSVA mutlak diperlukan. Pada tahun 2018 telah dilakukan updating FSVA Nasional dan Provinsi. Pada tahun 2019, updating FSVA akan dilakukan pada tingkat kabupaten dengan fokus pada 160 kabupaten prioritas se-Indonesia.

Tiga kabupaten di antaranya ada di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu kabupaten Kapuas, Kotawaringin Timur dan Barito Timur, dimana ketiga kabupaten ini merupakan daerah prevalensi stunting tertinggi di Kalimantan Tengah. Updating FSVA dilakukan agar potret ketahanan dan kerentanan pangan di tingkat wilayah yang paling kecil dalam hal ini wilayah desa, dapat digambarkan secara lebih akurat sesuai kondisi dan fakta terbaru sebagai hasil dari pembangunan.

Hasil FSVA dapat dimanfaatkan instansi terkait sebagai acuan penetapan lokus intervensi untuk mengentaskan daerah rentan rawan pangan dan kemiskinan serta penanganan stunting.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah dalam pembukaan Pertemuan Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan bagi aparatur kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2019 di Meeting Room Hotel Dandang Tingang, beberapa waktu lalu.

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook