Kalteng Swasembada Benih Unggul Bawang Merah

Kontribusi dari Widia Natalia, 21 Januari 2020 16:03, Dibaca 625 kali.


MMCKalteng - Pelantaran - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar panen bawang di Balai Instalasi Perbanyakan Benih Holtikultura Keruing, Pelantaran, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari selasa (21/1/2020), dalam rangka mendukung swasembada benih unggul bawang merah di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil panen bawang pada lahan kurang lebih 4 ha ini nantinya akan dijadikan benih lagi.  

(Baca Juga : ANTISIPASI GEJOLAK HARGA BAWANG PUTIH AKIBAT ISSUE MEREBAKNYA VIRUS CORONA, SATGAS PANGAN DAN TPID PROVINSI KALIMANTAN TENGAH GELAR SIDAK PASAR)


Panen Bawang ini dihadiri  Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Ir. Hj.Sunarti., MM beserta beberapa pejabat terkait , diantaranya Manpul, Kepala Balai pengembangan produksi benih TPH, Sri Damayanti, dan Kepala bidang produksi holtikultura Yandi Saden, serta  Kepala Balai pengawasan Mutu dan sertifikasi benih TPH.

Hj.Sunarti,  mengatakan “masyarakat Kalteng harus tahu potensi pertanian saat ini. Dinas TPHP sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk kebutuhan benih dan bibit. Kita telah memiliki Balai sertifikasi benih, sehingga bibit yang keluar nantinya bersertifikat dan juga memenuhi standar Nasional”.  

Tahun 2020, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Pertanian ditargetkan 390 Juta. PAD tersebut dihasiilkan dari instalasi benih horti, padi dari Basarang, palawija dari serangit, sewa aula dan lain sebagaimana.  

Saya selaku Kepala Dinas, bangga di bawah kepemimpinan Gubenur Kalteng H. Sugianto Sabran karena beliau  sangat memperhatikan pertanian khususnya para petani diperhatikan kesejahteraannya. Salah satunya, memperhatikan petani dengan membantu berbagai program kegiatan. Tahun 2020 program yang diberikan guna menunjang kesejahteraan petani yaitu meluncurkan kartu Tani Berkah sebanyak 75 ribu. Selain itu, diberikan juga asuransi untuk para petani. Saat ini, asuransi yang diberikan masih terbatas yaitu untuk padi dan ternak. Untuk padi, masa asuransinya yaitu selama satu musim tanam. Sedangkan untuk ternak sapi khususnya,   masa asuransinya lebih lama. Untuk Tahun 2020 ini, Gubernur Kalteng menggratiskan kepada seluruh petani bagi yang mengikuti program asuransi dengan tidak membayar preminya, karena sebagian  biayanya ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan sebagian dari Pemerintah Provinsi, pungkas Hj.Sunarti . TPH. (Eap/foto: riduan)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook