Panen Kembang Kol Kegiatan Pertanian Masuk Sekolah di SMKN 7 Palangka Raya

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 10 Februari 2020 09:37, Dibaca 884 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Penerapan kebun sekolah untuk menarik minat generasi muda di sektor pertanian dilakukan melalui program Pertanian Masuk Sekolah (PMS), upaya penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sebagai materi pembelajaran siswa dianggap penting untuk mengatasi masalah regenerasi petani. Proses edukasi ini perlu diinisiasi sejak dini melalui berbagai aktivitas pertanian berupa kurikulum kecakapan hidup (lifeskill) atau pembelajaran extrakulikuler di setiap sekolah.


Sejak akhir tahun 2019 Dinas Ketahanan Pangan bekerjasama dengan BPTP Kalteng telah melaksanakan kegiatan Pertanian Masuk Sekolah dengan lokasi kegiatan di SMAN 4 Palangka Raya dan SMKN 7 Palangka Raya. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dengan antusiasnya guru dan murid dalam melaksanakan kegiatan, pada kesempatan kali ini Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi  Kalimantan Tengah, Kepala BPTP Kalteng beserta tim, Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya, Kepala Sekolah SMKN 7, guru-guru Perwakilan SMAN 4 Palangka Raya melakukan kegiatan panen kembang kol, Senin (10/2/2020) hasil kegiatan Pertanian Masuk Sekolah yang berlokasi di SMKN 7 Palangka Raya. Plt.

(Baca Juga : Monev Kegiatan TaniMas oleh Tim dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI )

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dra. LILIS SURIANI, MM., MM.RS mengharapkan dengan adanya kegiatan panen kali ini dapat lebih memacu semangat guru dan murid dalam melaksanakan program Pertanian Masuk Sekolah, sehingga  dapat lebih berkembang lagi di masa mendatang.

Manfaat lain dari kegiatan ini adalah membiasakan para siswa untuk mengonsumsi sayuran dari hasil panen di sekolah. Kegiatan ini memiliki alasan yang sangat kuat, terlebih himbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan agar setiap manusia mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 400 gram perhari. Konsumsi sayuran yang harus dikonsumsi untuk diet seimbang ialah sebesar 200g/kapita/hari, sedangkan tingkat konsumsi sayur di Indonesia masih di bawah standar kecukupan. 

Menurut Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram kembang kol mentah mengandung 25 kalori, 5 gram karbohidrat yang terdiri dari 3 gram serat dan 2 gram gula, 30 miligram natrium, dan 1 gram protein. Dalam takaran yang sama, kembang kol juga dapat memenuhi 77 persen kebutuhan vitamin C harian, 19 persen kebutuhan vitamin K, 2 persen kebutuhan kalsium, dan 2 persen zat besi harian Anda.

Dilihat dari kandungan gizinya, kembang kol termasuk sayuran yang sangat rendah kalori, tapi tinggi serat. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi Anda yang sedang diet. Pasalnya, kandungan serat pada kembang kol dapat membuat Anda kenyang lebih lama sehingga terhindar dari kalap makan. Bahkan sebetulnya, Anda bisa makan banyak kembang kol tanpa takut berat badan naik karena kandungan kalorinya rendah. Selain itu, kembang kol juga mengandung karotenoid, tokoferol, dan asam askorbat. Ketiga jenis senyawa ini termasuk antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari penyakit kronis.

 

 

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook