ANTISIPASI GEJOLAK HARGA BAWANG PUTIH AKIBAT ISSUE MEREBAKNYA VIRUS CORONA, SATGAS PANGAN DAN TPID PROVINSI KALIMANTAN TENGAH GELAR SIDAK PASAR

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 12 Februari 2020 07:36, Dibaca 553 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Satgas Pangan dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar sidak  Pasar  dengan lokasi di pasar Tradisional Pasar Besar Kota Palangka Raya, Rabu  (12/2/2020). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka kunjungan dan pemantauan rutin sebagai bagian tugas Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalimantan Tengah, terutama pada saat ini terkait adanya issue gejolak harga sejumlah komoditas pangan, seperti bawang putih, cabe dan gula pasir. Kegiatan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah selaku Kepala Satgas Pangan, Dra. Lilis Suriani, MM.MMRS. Satgas Pangan dan TPID yang beranggotakan POLDA Kalteng, Bulog, Bank Indonesia, BPS, BPOM,  Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Dinas ESDM serta SOPD terkait lainnya.

Tim secara satu per satu mewawancarai langsung sejumlah pedagang di Pasar Besar Kota Palangka Raya, baik pedagang grosir/distributor maupun eceran.

(Baca Juga : Kadis TPHP Kalteng Tinjau Stand Pameran Kalteng Quality Expo 2019)


Beberapa hari yang lalu bawang putih eceran di kisaran Rp 65.000-Rp 55.000/kg.

"Sekarang kami menjualnya ke pedagang pengecer Rp 40.000/kg sehingga pengecer menjual diharga Rp 45.000/kg, jadi harga bawang putih hari ini sudah turun, untuk stok ketersediaan aman sampai 2 bulan ke depan. Selanjutnya bawang merah Rp 30.000/Kg, cabe merah besar Rp 45.000/kg, cabe rawit Rp 45.000/Kg, cabe keriting  Rp 40.000/Kg, gula pasir Rp 13.500/Kg, ayam ras Rp 40.000- 45.000/Kg,"  kata ibu Tuti salah satu distributor yang ada di Pasar Besar.

Dra. Lilis Suriani, MM.MMRS mengungkapkan bahwa sidak kali ini sengaja dilakukan terkait issue gejolak harga bawang putih karena adanya pembatasan sementara pengiriman dari China disebabkan sedang merebaknya Virus Corona di negara tersebut. Hal ini juga sebagai antisipasi dan mencegah terjadinya upaya penumpukan komoditas bawang putih oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kegiatan ini memang sudah merupakan tugas, tanggung jawab dan wewenang Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan upaya-upaya pencegahan jangan sampai terjadi gejolak di masyarakat dengan beredarnya kabar-kabar tidak benar yang menyebabkan terjadi penimbunan komoditas tertentu terutama adanya kebijakan pemerintah dalam hal pembatasan sementara pengiriman /inpor bawang putih dari China untuk mencegah penyebaran Virus Corona,” ungkap Lilis Suriani yang merupakan Sekretaris di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng.

“Setelah langsung kita cek ke lapangan ternyata ada penurunan harga terhadap bawang putih, tapi hari ini sudah ada penurunan dari Rp 65.000/Kg menjadi Rp 45.000/Kg di tingkat pengecer. Sedangkan untuk komoditas pangan lainnya. Tidak mengalami pergerakan harga yang bararti," tambah Lilis.

Sementara itu, Bayu Wicaksono dari Satgas Pangan Polda Kalteng mengingatkan kepada para pedagang atau distributor untuk tidak melakukan praktik penimbunan barang yang tujuannya untuk mempermainkan harga.]

"Kalau ditemukan ada yang melakukan penimbunan barang dengan tujuan untuk mempermainkan harga, itu masuk praktik kesengajaan maka akan kami tindaklanjuti dan tindak," tegasnya.

Selain kunjungan ke Pasar Besar, tim juga berkesempatan untuk meninjau ke kandang ayam ras di daerah Karanggan, hal ini terkait dengan naiknya harga daging ayam ras sampai seharga Rp 45.000/Kg di eceran.

Menurut pemilik kandang pak Gunadi sebenarnya mereka melepas harga 1 ekor ayam yang telah bersih dengan harga Rp 31.500/ekor sehingga yang banyak mengambil selisih keuntungan ada pada pengecer.

 

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook