Sekilas Info
Kontribusi dari TIM NEWS, 02 September 2026 12:36, Dibaca 236 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menemui langsung puluhan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (1/9/2026) sore.
Gubernur mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyampaikan kritik dan aspirasi, tetapi juga bersama-sama mengawal serta mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.
(Baca Juga : Sekda Kalteng Ikuti Shalat Istisqa \"Shalat Minta Hujan\" Bersama Ratusan ASN dan Kejati Kalteng)
“Kalau persoalan ini diserahkan kepada kami, tentu banyak faktor yang harus kami hadapi. Karena itu, ayo kita sama-sama mendorong dan mengawal upaya penanganannya. Saya justru menyukai kritik dan masukan seperti ini. Jangan dikira saya tidak suka, saya bangga,” kata Agustiar.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan menyerah menghadapi tantangan penanganan karhutla, meskipun Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang luas dan kondisi geografis yang menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana.
“Saya harus maju. Saya tidak boleh menyerah. Ayo kita sama-sama bahu-membahu menjaga Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga memaparkan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan karhutla. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mendapatkan dukungan fasilitas dari pemerintah pusat berupa tambahan armada pemadam kebakaran, alat berat, mesin pompa, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
“Bantuan-bantuan lainnya ada 100 mobil pemadam kebakaran, 10 unit ekskavator, 205 unit mesin pompa dan peralatan pelengkap lainnya,” ungkapnya.
Agustiar menyebut dari sisi teknis, ketersediaan peralatan dan sumber daya manusia di lapangan telah tersedia. Saat ini, pemerintah berfokus memastikan seluruh sarana dan personel dapat beroperasi secara maksimal, termasuk kelancaran distribusi logistik seperti bahan bakar dan kebutuhan pendukung lainnya.
“Peralatan dan SDM sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita mendorong pelaksanaannya bersama-sama. Pemerintah tentu akan terus memikirkan dan mengupayakannya,” jelasnya.
Pertemuan yang berlangsung terbuka dan kondusif tersebut menjadi ruang dialog antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan masyarakat. Massa aksi menyampaikan sejumlah aspirasi terkait percepatan penanganan karhutla, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, transparansi pengelolaan anggaran bencana, serta keterlibatan masyarakat dalam pengawasan kebijakan pemerintah.
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan Dida Paramida dalam kesempatan tersebut membacakan enam tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Tuntutan itu meliputi percepatan penanganan karhutla, perlindungan terhadap masyarakat adat dan peladang, pelaksanaan riset mitigasi bencana, perhatian terhadap fasilitas relawan, keterbukaan anggaran bencana, serta pertemuan lanjutan bersama aliansi.
Salah satu perwakilan massa aksi turut menyoroti dampak kabut asap yang ditimbulkan karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan api, tetapi juga asap yang dapat membahayakan kesehatan karena mengandung partikel berbahaya.
“Permasalahan utama bukan hanya apinya, tetapi asap yang menjadi dampak bagi masyarakat. Karena itu penanganan harus dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Agustiar berharap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat dapat terus disampaikan secara konstruktif sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Keterlibatan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan sekaligus memastikan upaya penanganan karhutla berjalan secara optimal.
Melalui dialog tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan aspirasi yang disampaikan Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Melawan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempercepat penanganan karhutla serta melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah. (TRA/Foto:Ist)