Kanwil Kemenag Gelorakan Moderasi Beragama di Seminar Kamtibmas

Kontribusi dari Kemenag Kalteng, 17 Juni 2021 10:45, Dibaca 252 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah H. Abd. Rasyid membeberkan sejumlah hal terkait moderasi beragama yang menjadi salah satu program prioritas Kemenag saat ini. Di depan puluhan peserta seminar Kamtibmas yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Tengah, H. Abd. Rasyid menjelaskan bahwa moderasi beragama menjadi salah satu kunci terjaganya kerukunan umat beragama.

“Moderasi beragama berawal dari bagaimana kita menghormati perbedaan yang terjadi dalam kehidupan kita, termasuk dalam hal keagamaan,” katanya, Kamis (17/6/2021) di Palangka Raya.

(Baca Juga : Lapas Sukamara Berikan Bimbingan Kerohanian Bagi Warga Binaan Nasrani Melalui Ibadah Jumat)

Moderasi beragama bukan ajaran agamanya yang dimoderasi tetapi cara orang dalam beragama. Secara sederhana, moderasi beragama dipahami sikap sadar bahwa ada saudara sebangsa yang berbeda keyakinan, sehingga tidak mengklaim sebagai yang paling benar dan menafikan yang lain.

“Karena itu moderasi beragama perlu terus dikuatkan. Beberapa upaya yang dilakukan Kemenag ialah penguatan regulasi,  peningkatan kapasitas tokoh agama, pembekalan penceramah dan mengotimalkan peran penyuluh agama serta muatan moderasi beragama pada pendidikan madrasah,” ujar H. Abd. Rasyid.

Kakanwil mengajak peserta seminar yang merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga adat di Palangka Raya itu untuk bersama-sama mengembangkan sikap moderat. Ketaatan dalam beragama wajib, namun pandangan kebangsaan sebagai satu kesatuan tetap harus dijaga.

“Kita berbeda dalam agama dan dalam tata cara mengamalkan ajaran agama, itu memang nyata. Namun jangan menjadikan perbedaan itu untuk menyalahkan orang lain,” tegasnya.

Mantan Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara ini juga mengingatkan peserta seminar kamtibmas untuk mengisi ruang publik di dunia maya dengan konten yang menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Serta tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan atau memecah belah masyarakat.

"Ada dua arus besar yang saling berkelindan yang harus kita waspadai, yakni paham radikalisme beragama dan paham liberalisme," kata Kakanwil.

“Ada orang yang berpegang kaku pada teks agama dan ada pula yang secara bebas menafsirkannya. Moderasi beragama menjadikan kita berada di tengah-tengah,” imbuh H. Abd. Rasyid. (Ispurwanto)

Kemenag Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook