Konten Pembelajaran Moderasi Beragama Harus Diperbanyak

Kontribusi dari Kemenag Kalteng, 10 Maret 2021 07:50, Dibaca 283 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Sinergi memperkuat moderasi beragama terus digalang oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Tak hanya melalui pembinaan secara formal, namun juga diwujudkan dalam pembelajaran di madrasah.

Guru, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Abd. Rasyid, harus memperbanyak konten media pembelajaran yang mengandung pemahaman moderasi beragama. Dengan begitu, nilai moderasi beragama dapat masuk dalam setiap pembelajaran.

(Baca Juga : Tim Kesehatan Lapas Sampit Lakukan Pendampingan Rapid Tes)

“Dari semua jenjang tentu bisa memasukkan nilai moderasi beragama ke dalam pembelajarannya. Kepala MI, MTs,  dan MA mendorong para guru untuk hal itu,” ujar H. Abd. Rasyid di Palangka Raya, Rabu (10/3/2021).

Penguatan moderasi beragama menjadi agenda prioritas Kementerian Agama dan masuk RPJMN 2020-2024. Seluruh satuan kerja Kementerian Agama wajib mewujudkan hal tersebut, termasuk dalam proses pembelajaran di madrasah.

“Apapun mata pelajarannya, jangan lupa sisipkan pemahaman moderasi beragama kepada siswa," kata Kakanwil.

Lebih lanjut ia menjelaskan, substansi moderasi beragama atau dalam khazanah Islam disebut wasthiyah ialah bagaimana seseorang memahami orang lain. Dengan pemahaman moderasi beragama kepada siswa madrasah, maka diharapkan siswa dapat memiliki sikap moderasi beragama yang indikatornya adalah cinta tanah air,  toleransi tinggi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.

"Dalam membuat konten moderasi beragama, seorang guru perlu memiliki kreativitas dan kompetensi literasi agama, apalagi disaat diterapkannya sistem pembelajaran daring seperti saat ini," imbuhnya.

Terkait profesionalitas, Kakanwil H Abd Rasyid berharap kepada guru madrasah di Kalteng agar terus berupaya meningkatkan skill, wawasan, dan penguasaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kompetensi, dan kualifikasinya.

Di samping mengoptimalkan implementasi kurikulum, pengembangan sarana prasarana, evaluasi dan supervisi, upaya peningkatan mutu kualitas madrasah juga dilakukan dengan mendorong guru-guru untuk melanjutkan studi ke pascasarjana.

"Bisa ke IAIN atau perguruan tinggi lainnya, yang penting linier dengan tugas-tugas jabatan dan pendidikan," ucapnya.

Terakhir, Kakanwil berpesan agar di setiap madarasah ada ciri khas yang bisa dijual atau program unggulan yang akan menjadi daya tarik madrasah. (Ispurwanto)

Kemenag Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook