MTs Muslimat NU Miliki Cara Atasi Masalah PJJ

Kontribusi dari Kemenag Kalteng, 05 Maret 2021 06:39, Dibaca 156 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Selain berjuang agar tidak tertular Covid-19, para pahlawan tanpa tanda jasa juga harus berusaha keras untuk membuat bahan ajar yang menarik dan mudah dimengerti siswa, mengevaluasi hasil dari tugas yang dikirim siswa, dan memantau siswa yang tidak aktif saat pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di lembaga pendidikan selama masa pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya efektif. Di MTs Muslimat NU, para guru menemui kendala berupa adanya peserta didik (pesdik) yang tidak dapat mengikuti PJJ atau pembelajaran daring secara aktif.

Permasalahan tidak hanya pada kendala teknis, tetapi juga terbatasnya interaksi antara guru dan pesdik. Tiadanya umpan balik selama pembelajaran daring membuat guru kesulitan mengukur tingkat pemahaman Pesdik.

(Baca Juga : Lapas Narkotika Kasongan Hadiri Pembukaan Sosialisasi Kekayaan Intelektual )

Untuk mengatasi hal itu, guru MTs Muslimat NU berinisiatif memberikan bimbingan langsung kepada Pesdik yang kurang memahami materi pelajaran selama PJJ. Caranya, Pesdik datang ke madrasah menemui guru atau guru yang mendatangi rumah Pesdik untuk memberikan bimbingan.

Trini Roestiani, salah seorang guru mata pelajaran di MTs Muslimat NU mengungkapkan, dilakukannya pendekatan personal ini karena banyak siswa yang tertinggal dalam mengerjakan tugas serta kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan.

"Cara ini sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran,” ujarnya, Jum’at (5/3/2021).

Terpisah, Wakil Kepala MTs Muslimat NU Bidang Akademik, Fahzur Akbar menjelaskan, kegiatan pemberian bimbingan langsung kepada siswa dilakukan setiap hari kerja.

"Pemberian bimbingan dilakukan setiap hari kerja dan sesuai mata pelajaran yang belum dipahami siswa,” ucapnya.

Menurut Wakil Kepala MTs Muslimat NU Bidang Kesiswaan, Rahimah, pemberian bimbingan langsung dilakukan karena siswa tersebut tidak aktif selama beberapa pertemuan. Banyak siswa yang tidak aktif selama pembelajaran daring membuat kegiatan kunjungan dan bimbingan khusus harus digelar.

Ketika berkomentar atas hal itu, Kepala MTs Muslimat NU Titin Kartika Agustina mengatakan, metode ini dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan selama PJJ. Namun ia mengingatkan saat bimbingan harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Siswa yang mengalami kendala selama PJJ, dipanggil ke madrasah atau didatangi ke rumahnya untuk mendapat bimbingan langsung namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya. (Zuhairi Ramadhani/Eka AR)

Kemenag Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook