Tiga Tahun Disperkimtan Kalteng, Warga Senang

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 06 November 2019 15:15, Dibaca 505 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Kabar gembira itu disampaikan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Tengah. Pasalnya sebanyak 4.000 unit rumah layak huni sudah selesai dikerjakan pada tahun anggaran 2019.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Provinsi Kalteng, Ir. Leonard S. Ampung, MM, MT mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Disperkimtan Provinsi Kalteng berupaya menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

(Baca Juga : Plt. Gubernur Kalteng Ikuti Rakor Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Pelaksanaan Regulasi Omnibus Law )

Rumah layak huni itu bisa didapatkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun anggaran 2019. Tahun anggaran tersebut Disperkimtan Provinsi Kalteng telah membangun rumah layak huni di 13 Kabupaten se-Kalimantan Tengah. Pembangunan tersebut tersebar di 56 Kecamatan dan 130 desa.

Sebanyak 4.000 unit rumah ini menggunakan anggaran sebesar Rp70.000.000.000, dibangun di

Kabupaten Kotim sebanyak 490 unit, Kabupaten Pulang Pisau 355 unit, Kabupaten Kapuas 860 unit,

Kabupaten Kobar 358 unit, Kabupaten Katingan 237 unit, Kabupaten Bartim 150 unit, Kabupaten Barut 170 unit, Kabupaten Murung Raya 275 unit, Kabupaten Sukamara 150 unit, Kabupaten Seruyan 380 unit, Kabupaten Gunung Mas 242 unit, Kabupaten Lamandau 170 unit, Kabupaten Barsel 163 unit.

Meski demikian menurut Leonard bantuan 4000 masih dinilai kecil karena di Kalimantan Tengah rumah tidak layak huni jumlahnya mencapai 128.000. Sementara kemampuan anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk tahun 2019 ini hanya untuk 267 unit saja.

Sementara itu sebagai bagian dari tugas Disperkimtan Kalteng salah satunya membangun drainase. Hingga saat ini telah membangun drainase sepanjang 44.480 meter menggunakan anggaran APBD. Pembangunan tersebut dilakukan selama tiga tahun sejak 2017 hingga 2019 ini.

Pembangunan yang menelan biaya puluhan miliar rupiah tersebut dilakukan bertahap, pada 2017 terealisasi 28.000 meter, 2018 mencapai 9.000 meter. Sedangkan pada 2019 ini panjang pembangunan drainase hanya mencapai 7.480 meter.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas kawasan kumuh Disperkimtan Kalteng pada 2019 ini hanya merealisasi satu kawasan di seputaran Jalan Murjani Kota Palangka Raya. Pengerjaan kawasan tersebut melibatkan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) oleh Cipta Karya.

Secara keseluruhan Disperkimtan Kalteng yang berdiri saat kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran pada 2016 lalu ini telah meraih keberhasilan. Meski baru berjalan tiga tahun sejumlah pekerjaan permukiman di Kalimantan Tengah telah dilakukan Disperkimtan Kalteng.

Kepala Disperkimtan Kalteng Leonard S Ampung mengatakan masyarakat memberikan respons positif terhadap berbagai kebijakan Gubernur Kalteng di sektor Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan yang terus mengalami peningkatan kinerja setiap tahunnya.

Selama tiga tahun tersebut Diperkimtan Kalteng telah melakukan kegiatan antara lain peningkatan jalan, peningkatan drainase, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Rumah Layak Huni (RLH), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Rusun dan Rusus, penataan kualitas perumahan dikawasan kumuh dan kegiatan lainnya yang masih berada dalam tupoksi Disperkimtan Kalteng.

“Tugas kita adalah membantu Gubernur dalam melaksanakan kewenangan desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” jelas Kadis Disperkimtan Kalteng Leonard.

Leonard selanjutnya merinci capaian kegiatan prioritas Disperkimtan sejak 2017 yaitu peningkatan jalan dan drainase lingkungan permukiman dan perumahan dengan panjang jalan lingkungan 37.000 M dan panjang drainase 9.000 M.

“Panjang jalan lingkungan 18.000 M, panjang drainase 28.000 M, bantuan peningkatan rumah bagi veteran dan janda pejuang 70 unit,” paparnya.

Untuk pengembangan kawasan permukiman dalam kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2017, Kalteng mendapatkan kuota sebanyak 2.000 unit yang terbagi pada 8 Kabupaten/Kota, di antaranya Kabupaten Pulang Pisau 230 unit, Kotawaringin Barat 385 unit, Katingan 315 unit, Barito Selatan 277 unit, Seruyan 130 unit, Kapuas 175 unit, Kotawaringin Timur 212 unit, dan Kota Palangka Raya 276 unit.

“Total realisasi BSPS Kalteng tahun 2017 meliputi 8 Kabupaten/Kota, di 19 Kecamatan, 33 Desa, dengan 2.000 Penerima Bantuan (PB) yang terdiri dari 2.000 rumah rusak kondisi berat, dengan nominal bantuan per-penerima bantuan sebesar Rp15.000.000 dengan jumlah total penyerapan bantuan Rp30.000.000.000,” ungkap Leonard.

Untuk pengembangan kawasan permukiman dalam kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2018, Kalteng mendapatkan kuota sebanyak 3.500 unit yang terbagi pada 8 Kabupaten/Kota, di antaranya Kota Palangka Raya 180 unit, Kabupaten Gunung Mas 215 unit, Pulang Pisau 243 unit, Kapuas 275 unit, Barito Selatan 350 unit, Barito Timur 240 unit, Murung Raya 180 unit, Katingan 369 unit, Kotawaringin Timur, 338 unit, Seruyan 195 unit, Kotawaringin Barat 225 unit, Lamandau 220 unit, serta Sukamara 200 unit.

Masyarakat sangat merespons positif atas kegiatan yang sudah dilakukan, karena sangat menyentuh seluruh lapisan, terkhusus untuk masyarakat tingkat bawah di Kalteng dan sekitarnya. “Terutama pada kegiatan bantuan perumahan sehingga masyarakat begitu berterima kasih kepada Gubernur H. Sugianto Sabran melalui Dinas Perkimtan,” tuturnya.

Untuk realisasi BSPS Kalteng tahun 2018 total meliputi 14 Kabupaten/Kota, di 41 Kecamatan, 85 Desa, dengan 3.500 PB dengan nominal bantuan per penerima bantuan, seluruh penerima bantuan mendapatkan bantuan dengan nominal Rp15.000.000 dengan rincian Rp12.500.000 untuk material dan Rp2.500.000 upah pekerja, untuk mendukung program pemerintah dalam hal padat karya, jumlah total penyerapan bantuan Rp. 52.500.000.000.

“Sementara untuk tahun 2019 BSPS meliputi 13 Kabupaten, 56 Kecamatan, 130 Desa/Kelurahan, 4.000 unit dengan alokasi anggaran bantuan Rp. 70.000.000.000,” pungkasnya. (FB/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook