Irjen Kementerian Pertanian Bersama Kadis TPHP Prov Kalteng Tinjau Lokasi Gerakan Percepatan Tanam Padi Di Lahan Gambut Kota Palangka Raya

Kontribusi dari TPHP Prov Kalteng, 06 September 2019 14:48, Dibaca 742 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - (4/9) Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan selaku Penanggung Jawab Upsus Pajale Provinsi Kalimantan Tengah, dalam kunjungan kerja memimpin Rapat Koordinasi Upsus Pajale Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel Aquarius Boutiqe –Palangka Raya turut menghadiri kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi di wilayah kota Palangka Raya.

Optimalisasi lahan gambut di kelurahan Tanjung Pinang, kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya adalah memaksimalkan potensi lahan gambut sebagai wujud percepatan luas tambah tanam padi. Turut hadir Sekretaris Daerah, Fahrizal Fitri, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Sunarti, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Fery Fachrudin Munier, Wakil Walikota Palangka Raya, Hj. Umi Mastikah, Danrem  102/ Pjg, Saiful Rizal.

(Baca Juga : Gelar Pangan Murah dan promosi Toko Tani Indonesia Centre (TTIC))


Justan mengatakan bahwa optimalisasi lahan gambut melalui kegiatan tanggulisasi, kanalisasi dan pompanisasi sudah terbukti dapat meningkatkan luas tambah tanam padi, contohnya di Ogan Hilir, Sumatera Selatan. Melalui Program Padi SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), Ogan Hilir dapat meningkatkan luas tambah tanam  dari lahan rawa gambut. Justan berharap kota Palangka Raya juga dapat meningkatkan LTT padi melalui potensi lahan gambutnya.  

Senada dengan pernyataan Irjen Kementerian Pertanian, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri menegaskan pentingnya tata kelola air menghadapi perubahan musim di mana perlu adanya kegiatan tanggulisasi dan kanalisasi pada saat musim kemarau dan kegiatan pompanisasi pada musim hujan.


Beliau berharap kelurahan Tanjung Pinang dapat menjadi lokasi Sekolah Lapang pengelolaan pertanian lahan gambut bagi masyarakat daerah lain. Jika dilakukan usaha intensifikasi pertanian dan pola tanam tiga kali setahun, gambut adalah berkah bagi masyarakat Kalimantan Tengah, terang Fahrizal Fitri.

Karakteristik lahan di Kalimantan Tengah didominasi lahan gambut, demikian halnya dengan lahan di wilayah kota Palangka Raya. Kegiatan optimasi lahan di Tanjung Pinang ini merupakan upaya untuk mengubah image kota Palangka Raya yang sebelumnya tidak ada tanaman padi, hari ini terbukti dapat ditanami padi. Dari 100 hektar lahan yang siap tanam, 50 hektar untuk pertanaman padi dan sisanya akan dikembangkan untuk tanaman hortikultura., terang Kadis TPHP Prov Kalteng, Hj. Sunarti. Kelurahan lainnya yakni di Bereng Bengkel seluas 400 hektar lahan gambut siap tanam, mohon dukungan kerjasama pemerintah kota Palangka Raya dan pemerintah pusat, ungkap Hj. Sunarti

Selain dukungan sarana prasarana alsintan dan saprodi dari pemerintah, pihak swasta / perusahaan pertanian turut ambil bagian membuat demplot pertanaman dengan perlakuan khusus yang akan dibandingkan dengan pertanaman murni milik petani. Mengapa harus ada demplot? Kita akan melihat perbandingan hasil antara milik petani dengan perusahaan pertanian. Tujuannya merangsang petani melakukan peningkatan produksi padi, namun tentunya tetap disupport juga dari pemerintah, tambah Hj. Sunarti. ( Sumber : DTPHP)

TPHP Prov Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook