ANTISIPASI GEJOLAK HARGA GULA PASIR AKIBAT PANDEMI COVID-19 SATGAS PANGAN DAN TPID PROVINSI KALTENG GELAR SIDAK PASAR

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 13 April 2020 13:00, Dibaca 335 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Satgas Pangan dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin  (13/4/2020) menggelar sidak  Pasar  dengan lokasi di pasar Tradisional Pasar Besar Kota Palangka Raya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka kunjungan dan pemantauan rutin sebagai bagian tugas Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalimantan Tengah, terutama pada saat ini terkait adanya issue gejolak harga sejumlah komoditas pangan, seperti bawang putih, cabe dan gula pasir.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Nurul Edy, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan SETDA Provinsi Kalimantan Tengah didampingi tim gabungan Satgas Pangan Polda Kalteng dan TPID Prov Kalteng yang beranggotakan Bulog, Bank Indonesia, BPS, BPOM,  Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Dinas ESDM serta SOPD terkait lainnya.

Tim secara satu per satu mewawancarai langsung sejumlah pedagang di Pasar Besar Kota Palangka Raya, baik pedagang grosir/distributor maupun eceran. Hasil pantauan tim, harga bahan pangan pokok masing-masing masih berada dalam batas tolerensi kecuali gula pasir yang masih jauh melampaui harga acuan yang seharusnya yaitu Rp. 12.500,-. Tingginya harga beberapa komoditas pangan pokok di Kalteng pada umumnya disebabkan karena sebagian besar komoditas tersebut bisa tercukupi dengan mendatangkan dari luar Kalteng baik hasil pertanian (beras, jagung, cabe dan bawang), hasil industri (gula, minyak goreng dan tepung terigu) maupun hasil ternak (daging sapi, daging ayam dan telur ayam). Adanya pandemi Covid-19 juga merupakan salah satu penyebab yang memberi kontribusi kenaikan harga karena adanya kekhawatiran jika pendistribusian bahan pangan akan terhambat, sehingga ada kemungkinan terjadi panic buying atau penumpukan komoditas oleh oknum tertentu.

(Baca Juga : Monev Kegiatan TaniMas oleh Tim dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI )

Khusus Gula Pasir, harga melonjak naik antara Rp 20.000 – Rp. 23.000,- sudah selama sekitar 2 (dua) bulan, hal ini disebabkan karena pasokan banyak berkurang di pedagang sehingga gula mulai langka walaupun sebenarnya dari data pasokan melalui jalur darat dan laut sebenarnya gula cukup, sehingga kemungkinan ada upaya penumpukan seperti yang beberapa kali jadi temuan tim Satgas Pangan. Daftar Harga selengkapnya hasil pantauan tim adalah sebagai berikut Ayam di Pasar    (Rp.28.000,-);  Bawang putih grosir (Rp.40.000,-); Bawang putih eceran (Rp.44.000, -    45.000,-);  Telur ayam  (Rp.25.000/kg); Bawang merah (Rp.38.000 -  Rp. 40.000,-); Cabai rawit  (Rp.60.000,-);  Cabai keriting   (Rp.40.000,-);  dan Gula pasir Grosir  (Rp.18.500 – Rp. 19.000,-).

Menurut Lilis Suriani, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah yang juga selaku Kepala Satgas Pangan mengungkapkan bahwa sidak kali ini sengaja dilakukan terkait issue gejolak harga gula pasir karena adanya pembatasan pasokan, hal ini juga sebagai antisipasi dan mencegah terjadinya upaya penumpukan komoditas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kegiatan ini memang sudah merupakan tugas, tanggung jawab dan wewenang Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan upaya-upaya pencegahan jangan sampai terjadi gejolak di masyarakat dengan beredarnya kabar-kabar tidak benar yang menyebabkan terjadi penimbunan komoditas tertentu,” ungkap Lilis Suriani yang merupakan Sekretaris di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng.

“Setelah langsung kita cek ke lapangan ternyara  ada penurunan harga terhadap bawang putih, tapi hari ini sudah ada penurunan dari Rp 65.000/Kg menjadi Rp 45.000/Kg di tingkat pengecer," terangnya.

Sedangkan untuk komoditas pangan lainnya, tambah Lilis, tidak mengalami pergerakan harga yang bararti.

Sementara itu, Wadir AKBP Teguh Widodo, SIK dari Satgas Pangan Polda Kalteng  mengingatkan kepada para pedagang atau distributor untuk tidak melakukan praktik penimbunan barang, yang tujuannya untuk mempermainkan harga.

"Kalau ditemukan ada yang melakukan penimbunan barang dengan tujuan untuk mempermainkan harga, itu masuk praktik kesengajaan maka akan kami tindaklanjuti dan tindak," ucapnya tegas.

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook