Sekda Sampaikan IRIO Mampu Berikan Gambaran Secara Rinci Keterkaitan Antarwilayah Dalam Menunjang Pembangunan Nasional

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 27 Juni 2019 11:56, Dibaca 755 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Sekretaris Daerah Provins Kalimantan Tengah (Sekda Prov. Kalteng) Fahrizal Fitri, S.Hut., M.P menyampaikan isu utama pembangunan wilayah dalam konstelasi nasional adalah masih besarnya kesenjangan antarwilayah khususnya kesenjangan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Oleh karenanya arah kebijakan utama pembangunan wilayah nasional sebagaimana yang diamanatkan di dalam RPJMN 2015-2019 difokuskan pada upaya mempercepat pengurangan kesenjangan pembangunan antarwilayah dengan mendorong transformasi dan akselerasi pembangunan wilayah KTI, yaitu Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Papua, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Pulau Jawa dan Bali," ucap Sekda dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Diskominfo Kalteng Ir. Herson B. Aden, M.Si.

(Baca Juga : Plt. Kepala Dinas Kominfo Kalteng Pimpin Rapat Tim Penilai Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat)

"Untuk itu, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 mengangkat tema Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas," lanjutnya, Kamis (27/6).

Hal ini disampaikannya saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Inter Regional Input Output (IRIO) Prov. Kalteng Tahun 2019, di Swiss-Belhotel Danum.


Perencanaan pembangunan yang terintegrasi dengan mempertimbangkan aspek ruang, aspek daerah dan wilayah, menjadi semakin penting. Untuk itu diperlukan alat atau tools untuk merumuskan tujuan, arah kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan kewilayahan.

"Oleh sebab itu, pada tahun 2019 ini, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun Inter Regional Input Output (IRIO)," ujarnya.

IRIO mampu memberikan gambaran secara rinci keterkaitan antarwilayah dalam menunjang pembangunan nasional terutama dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis spasial. IRIO mampu memberikan informasi mengenai struktur ketergantungan sektoral (sectoral interdependency) maupun ketergantungan antarwilayah (regional interdependency). Informasi ini mendukung pemerintah dalam menyusun rencana dan evaluasi kebijakan secara terintegrasi yang berbasis spasial.

"Selain itu, IRIO juga dapat digunakan untuk melihat kebocoran nilai tambah (value added) dari suatu daerah ke daerah lain," ucapnya. (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook