Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 27 Oktober 2026 17:07, Dibaca 77 kali.
MMCKalteng - Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Upaya tersebut dilakukan melalui seminar bagi tenaga kesehatan dan kader di Ruang Rapat Dinkes Kobar, Selasa (27/10).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehata Kabupaten Kotwaringin Barat, Jhonferi Sidabalok, menyampaikan bahwa pemberian TPT merupakan salah satu langkah penting untuk memutus rantai penularan dan menekan risiko berkembangnya infeksi TB menjadi penyakit TB aktif.
(Baca Juga : Rapid Test Massal Bagi Petugas dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas)
“Pencegahan merupakan bagian penting dalam pengendalian tuberkulosis. Melalui pemberian TPT yang tepat sesuai pedoman, kita berupaya melindungi kelompok berisiko agar tidak berkembang menjadi kasus TB aktif. Karena itu, tenaga kesehatan dan kader perlu memahami tahapan pelaksanaan TPT, termasuk identifikasi sasaran, skrining, pemantauan kepatuhan, serta tindak lanjut secara berkesinambungan,” ujar Jhonferi.
Seminar tersebut diikuti 10 peserta yang terdiri atas pengelola program TB dan kader dari lima puskesmas, yakni Puskesmas Madurejo, Mendawai, Arut Selatan, Natai Palingkau, dan Kumai. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program TPT agar menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah kerja masing-masing.
Materi seminar disampaikan oleh Jhonferi Sidabalok selaku Kepala Bidang P2P Dinkes Kobar dan Rizki Nur Amalia, dokter spesialis pulmonologi di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Materi mencakup tujuan dan manfaat TPT, kelompok sasaran, prosedur inisiasi terapi, pemantauan efek samping, serta pelacakan dan tindak lanjut peserta yang putus terapi.
Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini diharapkan menghasilkan rencana tindak lanjut pelaksanaan TPT di masing-masing wilayah kerja puskesmas. Dengan demikian, peningkatan cakupan inisiasi dan penyelesaian terapi dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dinkes Kobar berharap penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dapat meningkatkan cakupan pemberian TPT bagi kelompok berisiko, mendorong kepatuhan peserta hingga terapi selesai, serta mengurangi risiko berkembangnya infeksi TB menjadi penyakit TB aktif.
Melalui kolaborasi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Dinkes Kobar terus mendorong penguatan pencegahan dan pengendalian tuberkulosis sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan eliminasi TB di Kabupaten Kotawaringin Barat menuju 2030. (nm/Dinkes Kobar)/Edt:UL