Pemkab Kobar Kerahkan Helikopter Water Bombing, Prioritaskan Titik Karhutla Sulit Jangkau

Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 12 September 2026 09:56, Dibaca 114 kali.


MMCKalteng - Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan operasi udara dengan pengerahan helikopter water bombing. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi di Posko Induk Penanganan Karhutla, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Jumat malam (11/9/2026).

(Baca Juga : Pembukaan STQ IX Tingkat Kabupaten Murung Raya)

Berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026, helikopter water bombing tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi akan direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun paling lambat 12 September 2026 untuk mendukung operasi udara penanganan karhutla.

“Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif,” kata Nurhidayah.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kondisi medan dan karakteristik kawasan menyebabkan penanganan kebakaran di sejumlah titik membutuhkan dukungan operasi dari udara.

Perhatian juga diarahkan pada titik-titik kebakaran yang berpotensi mendekati kawasan strategis dan permukiman. Salah satunya berada di sepanjang ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, khususnya sekitar Kilometer 20, ketika api mulai mendekati kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian.

Menurut Nurhidayah, kawasan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena memiliki nilai ekologis sekaligus berada di sekitar jalur transportasi yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan sejumlah wilayah di bagian selatan Kobar.

Dukungan water bombing diharapkan dapat memperkuat pemadaman sekaligus mencegah penjalaran api menuju wilayah yang lebih luas dan sulit ditangani melalui operasi darat.

Nurhidayah juga meminta seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla memperkuat koordinasi dan meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Keterlibatan camat, lurah dan kepala desa dinilai penting untuk memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera dilaporkan dan ditangani.

“Penting sekali keterlibatan seluruh unsur, termasuk camat, lurah dan kepala desa, dalam melakukan pemantauan serta pencegahan sejak dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar,” imbuhnya.

Dalam penanganan karhutla, sinergi operasi darat dan udara terus diperkuat dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pengelola kawasan, pemerintah kecamatan hingga masyarakat.

Pengerahan helikopter water bombing diharapkan dapat memperluas jangkauan penanganan, khususnya terhadap titik api yang tidak mudah diakses personel dan kendaraan pemadam melalui jalur darat. (rib)/Edt:UL

Diskominfo Kobar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter