Sekilas Info
Kontribusi dari Ika Alqinaya, 11 September 2026 10:15, Dibaca 1,051 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, menemui keluarga almarhum Akhmad Rizani, petugas yang gugur saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan Wapres di sela kunjungan kerjanya meninjau penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Kehadiran Wapres bersama Gubernur Kalteng menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa atas dedikasi serta pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugas di garis depan penanganan karhutla.
(Baca Juga : Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Pimpin Upacara Peringatan ke-71 Hari Bela Negara )
Wapres Gibran menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memberikan penghargaan atas jasa almarhum dalam penanganan karhutla.
“Saya menyampaikan duka cita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ungkap Wapres.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, Wapres juga berdialog dengan para petugas pemadam karhutla yang bertugas di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, Wapres memberikan apresiasi dan dukungan moril atas kerja keras serta dedikasi para petugas yang terus berupaya memadamkan titik api dan menangani dampak karhutla.
Wapres menegaskan, para petugas di lapangan merupakan ujung tombak dalam penanganan karhutla. Karena itu, keselamatan dan kesehatan petugas harus tetap menjadi perhatian utama selama menjalankan tugas.
“Terima kasih atas kerja keras Bapak Ibu dalam memadamkan titik api mulai dari awal terjadinya kebakaran. Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.
Dalam penanganan karhutla, Wapres juga menekankan pentingnya upaya yang dilakukan secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat terdampak serta keberlangsungan hidup satwa liar dan kelestarian habitatnya.
Perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, juga perlu menjadi perhatian agar mereka mendapatkan perlindungan serta layanan yang memadai selama situasi karhutla berlangsung.
Terakhir, Wapres menekankan agar setiap langkah penanganan karhutla dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Upaya yang dilakukan harus terukur, efektif, dan tepat sasaran, serta didukung komunikasi yang terbuka sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi dan langkah pemerintah dalam menangani karhutla. (IAQ/BPMI Setwapres)