Sekilas Info
Kontribusi dari TIM NEWS, 13 September 2026 13:10, Dibaca 116 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian masker kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu (13/9/2026), bertempat di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Kegiatan pembagian masker ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya menghadapi kondisi kualitas udara yang terdampak asap karhutla. Selain masker, pemerintah juga menyalurkan vitamin, bubur kacang hijau, dan bantuan pendukung kesehatan lainnya.
(Baca Juga : Ratusan Peserta Internet Marketing UMKM Kunjungi Gedung Smart Province Kalteng)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan bahwa penanganan dampak karhutla memerlukan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, aparat, maupun elemen masyarakat.
“Hari ini pihak pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar Sabran.
Ia menegaskan, upaya penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada pembagian masker, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih. Sejak ditetapkannya kondisi darurat, pembagian masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan.
“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.
Menurut Agustiar Sabran, pemerintah juga terus mendorong pembangunan sumur bor sebagai upaya menyediakan akses air bersih bagi masyarakat. Pembangunan sumur bor telah mencapai ratusan unit dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, pengisian ulang air mineral dan galon juga dilakukan di sejumlah titik atau kota dengan menyesuaikan kondisi masyarakat.
“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa bantuan sembako diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima, di luar penerima Kartu Keluarga Sejahtera. Pendistribusian sembako dan bahan bakar minyak (BBM) terus dipantau agar tepat sasaran serta dapat membantu masyarakat yang terdampak.
Terkait ketersediaan BBM, Agustiar Sabran mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, dengan memperhatikan kemampuan masing-masing. Pemerintah kota juga diminta melakukan penertiban dan pengetatan di setiap SPBU guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa dukungan dari Presiden Republik Indonesia turut memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut antara lain berupa 100 unit mobil pemadam kebakaran, ekskavator, serta peralatan lainnya untuk mendukung pencegahan dan penanganan karhutla.
“Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri, dan elemen masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung dan berkoordinasi untuk mengantisipasi karhutla,” tutur Agustiar Sabran.
Ia menambahkan, berdasarkan perkiraan BMKG, musim hujan diperkirakan tiba sekitar November hingga Januari. Oleh karena itu, kesiapan prasarana, relawan, bantuan kesehatan, dan posko oksigen terus dipantau dan disiapkan guna mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan masyarakat serta menjaga lingkungan di Kalimantan Tengah. (TRA/Foto:AG)