Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Pimpin Upacara Peringatan ke-71 Hari Bela Negara

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 19 Desember 2019 11:34, Dibaca 442 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran pimpin Upacara Peringatan ke-71 Hari Bela Negara tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2019. Upacara digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (19/12).

"Semenjak Mr. Syafroedin Prawiranegara mendirikan pemerintah darurat republik indonesia pada tanggal 19 desember 1948 di bukit tinggi untuk membela kelangsungan hidup bangsa dan negara, berbagai wujud bela negara telah susul menyusul silih berganti, untuk menunjukan kepada dunia bahwa negara kesatuan republik Indonesia tetap dan akan terus eksis untuk selama-lamanya," kata Gubernur Sugianto saat membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo.

(Baca Juga : TIWAH : MAHAPUS PALI BELUM)

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya. Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

"Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI," ujarnya.

Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi.


"Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indoensia yang ke-74," imbuhnya.

Pihaknya menyebut manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara.

"Salah satu berkah yang telah mengantarkan kemerdekaan tanah air kita adalah digalinya kembali pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan nilai dasar bela negara," ucapnya.

Pancasila adalah visi final bangsa dan negara Indonesia yang menghendaki pembangunan manusia paripurna. Manusia paripurna tidak hanya memiliki kapasitas dan keterampilan yang tinggi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan golongannya.

Manusia paripurna mensyukuri berkah kebhinekaan dan mensinergikan beragam kekuatan, siap menghadapi interaksi dan persaingan global yang semakin kompetitif, serta menginsyafi dirinya semata sebagai makhluk Tuhan YME.

"Inilah landasan prioritas bela negara untuk pembangunan SDM unggul yang diarahkan kepada perwujudan manusia Indonesia paripurna berdasarkan pancasila," pungkasnya. (ARP/Foto:EAP)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook