Sekda Linae Aden Tekankan Peran Strategis Mahasiswa dalam Pembangunan Kalteng

Kontribusi dari Ika Alqinaya, 28 Agustus 2026 17:39, Dibaca 58 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menekankan pentingnya generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki karakter, integritas, kepedulian, serta keberanian untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pihak yang kritis, tetapi juga harus mampu menghadirkan alternatif solusi dan terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) PKC PMII Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Kantor BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026).

(Baca Juga : Kontingen Kalimantan Tengah Mulai Tiba di Jakarta untuk POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI)

“Kalteng itu ke depan tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas. Cerdas secara akademik itu tidak cukup, tapi generasi yang memiliki karakter, integritas, keberanian, dan kepedulian terhadap masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Linae Aden menyampaikan paparan bertajuk “Analisis Kebijakan dan Orientasi Pembangunan Daerah” dengan mengusung semangat Kalteng Maju, Kalteng Berkah. Paparan tersebut membahas arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus posisi dan peran strategis mahasiswa dalam mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tiga peran strategis, yakni sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (agent of control), dan agen solusi (agent of solution). Karena itu, kritik yang disampaikan mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada persoalan atau kesalahan yang ditemukan, tetapi juga disertai alternatif solusi yang rasional dan dapat dipertimbangkan.

“Tidak hanya kontrol, tidak hanya memberikan kritik, tapi kasihkan beberapa alternatif solusi yang masuk akal. Mau diterima, alhamdulillah, enggak diterima, ya enggak apa-apa, yang penting sudah disampaikan,” ujarnya.


Sekda juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya memahami persoalan Kalimantan Tengah dari ruang kelas maupun forum diskusi. Mahasiswa perlu hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, termasuk di desa dan wilayah pedalaman, dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

“Jangan hanya memahami persoalan Kalteng dari ruang kelas. Kenali persoalan masyarakat di desa, pedalaman, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lingkungan. Banyak sekali masalah yang harus kita amati,” katanya.

Selain itu, Sekda menyampaikan empat pesan penting bagi mahasiswa. Pertama, meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan komunikasi. Kedua, tetap kritis dengan memberikan kritik yang membangun dan disertai solusi. Ketiga, turun langsung ke tengah masyarakat untuk memahami persoalan secara nyata. Keempat, menjaga integritas serta tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat.

Ia menilai integritas tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui keberanian melakukan hal yang benar dan berbuat baik meskipun tidak dilihat ataupun mendapatkan pujian dari orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Generasi muda, menurutnya, tidak seharusnya hanya mempertanyakan apa yang telah diberikan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga perlu memikirkan kontribusi yang dapat diberikan kepada daerah.

“Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan Pemerintah Kalimantan Tengah untuk kami, tapi dibalik, apa yang bisa kami berikan untuk Kalimantan Tengah?” tuturnya.


Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa kebijakan publik merupakan pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu serta serangkaian tindakan yang memiliki tujuan tertentu. Dalam pembangunan daerah, kebijakan disusun secara sistematis melalui dokumen perencanaan seperti RPJPD, RPJMD, dan RKPD.

Pembangunan daerah diarahkan untuk meningkatkan dan memeratakan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan lapangan berusaha, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing daerah. Proses kebijakan publik sendiri berlangsung melalui tahapan agenda, perumusan, penetapan, implementasi, dan evaluasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan organisasi kemahasiswaan.

Sekda menyampaikan bahwa arah pembangunan Kalimantan Tengah saat ini menekankan peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, pelayanan kesehatan, penguatan kearifan lokal, serta pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan tema RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, yaitu “Inovasi Pembangunan Daerah dan Hilirisasi SDA Berkelanjutan”, yang dijabarkan melalui kerangka Huma Betang Sejahtera.

Dalam konteks pembangunan tersebut, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengambil bagian melalui gagasan, inovasi, riset, pengabdian kepada masyarakat, pengawasan kebijakan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.

Sekda menegaskan mahasiswa merupakan calon pemimpin Kalimantan Tengah di masa depan. Oleh karena itu, kepemimpinan perlu dibangun sejak sekarang melalui kemampuan mengelola diri, memimpin gagasan, serta mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.

“Belajar dengan sungguh-sungguh, bergerak dengan idealisme, bekerja dengan integritas, dan mengabdi untuk masyarakat. Karena masa depan Kalteng bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Tengah Betri Susilawati, Ketua PKC PMII Provinsi Kalimantan Tengah Fikri Haikal beserta jajaran anggota PKC PMII, serta 13 kader PKL PMII Provinsi Kalimantan Tengah. (IAQ/Foto: Rdw)

Ika Alqinaya

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter