Gubernur Kalteng Bekali Pelajar Pangkalan Bun dengan Motivasi dan Nilai Karakter

Kontribusi dari Rikah Mustika, 28 Agustus 2026 13:46, Dibaca 115 kali.


MMCKalteng – Pangkalan Bun – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendorong para pelajar SMA Negeri 1 Pangkalan Bun agar berani bercita-cita tinggi dan menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat mengunjungi SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (28/8/2026). 

(Baca Juga : Hadiri Penyerahan Bantuan Paket Spesifik Perempuan Dan Anak, Ketua TP-PKK Kalteng Ajak Masyarakat Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan )

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan sekaligus berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Anak-anakku sekalian harus bercita-cita setinggi bintang di langit. Karena pendidikan ini adalah pemutus rantai kemiskinan, pengangguran, dan generasi kebodohan,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin diraih selama seseorang memiliki niat, kemauan, tekad, dan kesadaran untuk terus berusaha.

“Hidup tidak ada yang tidak mungkin. Selama ada niat, ada kemauan, ada tekad, tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Menurutnya, masa sekolah merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk belajar, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.

“Waktu tidak akan kembali kalau kita tidak pakai sebaik-baiknya. Masa-masa seperti inilah nantinya untuk membangun daerah ini, membangun negeri ini,” tuturnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Agustiar juga mengingatkan para siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak terjerumus pada penyalahgunaan teknologi.

“Apalagi di era digital seperti ini, kalau kalian tidak siap, tidak memanfaatkannya sebaik-baiknya, kalian akan tertinggal dengan yang lainnya,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para siswa menghormati guru di sekolah dan berbakti kepada orang tua di rumah.

“Kalau di sekolah, ingat turuti guru. Kalau di rumah harus berbakti dengan orang tua. Selain beribadah, itu yang harus kita lakukan,” katanya.

Kepada para guru, Agustiar berpesan agar terus mendidik dan membimbing para siswa dengan penuh kesabaran, terutama dalam menghadapi masa transisi dan perkembangan zaman.

“Tolong titip anak-anak ini kepada bapak dan ibu guru. Didik mereka dengan sabar. Dari kesabaran itulah mereka kita arahkan menjadi generasi yang baik,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Reza Prabowo menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Pangkalan Bun terus mengembangkan pembelajaran berbasis digital sekaligus membangun kedisiplinan siswa.

Menurutnya, sekolah tersebut telah dilengkapi 27 papan tulis interaktif di setiap kelas dan satu tambahan dari Presiden Republik Indonesia, sehingga total terdapat 28 papan tulis interaktif yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Selain fasilitas pembelajaran, sekolah tersebut juga telah menerapkan sistem manajemen pembelajaran yang memungkinkan absensi siswa dilakukan secara elektronik. 

“Kalau mereka ada yang bolos atau tidak hadir, itu sudah kelihatan dari sistem karena gurunya melakukan absensi secara elektronik. Orang tua juga nantinya bisa memantau anaknya, mulai dari kehadiran hingga waktu datang dan pulang sekolah,” jelasnya.

Reza juga mengapresiasi komitmen siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Bun yang tetap dapat mengikuti pembelajaran berbasis digital tanpa bergantung pada telepon seluler.

Ia menambahkan, para siswa Kalimantan Tengah terus menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Salah satunya melalui keberhasilan siswa SMA Negeri 2 Katingan Kuala yang meraih juara pertama lomba cerdas cermat yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. 

“Ini membuktikan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah dan anak-anak yang ada di pedalaman mampu bersaing dengan provinsi lain. Ada DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat. Ini membuktikan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah mampu bersaing,” katanya.


Menurut Reza, capaian tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk yang berada di wilayah pedalaman.

“Tidak boleh ada anak pedalaman yang tidak bisa sekolah, tidak boleh ada anak pedalaman yang tidak bisa belajar, tidak bisa kuliah. Hari ini Bapak Gubernur membuktikan janjinya,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, serta para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah terkait. (Rkh/Foto:Riz) 

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter