Kepuasan Konsumen Terhadap Paving Blok Produksi WBP Lapas Sampit

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 01 September 2021 14:55, Dibaca 237 kali.


MMCKalteng - Kotawaringin Timur - Di masa pandemi Covid-19 ini para Warga Binaan (WBP) dibawah asuhan Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit tetap produktif dengan memproduksi berbagai hasil dari pembinaan kemandirian.

"Kami tetap memproduksi berbagai produk berupa pembuatan paving blok, batako, budidaya lele, pembuatan aneka kue dan pertanian yang kami lakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ke semuanya kami pasarkan baik melalui jalur pertemanan, promosi dengan banner/spanduk dan juga dipasarkan melalui media sosial milik Lapas Sampit," ucap Setyo selaku Kasubsi Kegiatan Kerja, Rabu (1/9/2021).

(Baca Juga : Warga Binaan Tandatangani Berkas Usulan Program Asimilasi)

"Alhamdulillah kami terus mendapatkan pesanan dari konsumen di luar Lapas, terbukti hari ini kami mengantarkan 2.000 biji paving blok pesanan salah pengembang rumah di wilayah Sampit," tambahnya.


Sementara itu M.Lani selaku pemesan paving blok ini menyatakan bahwa dirinya telah beberapa kali memesan paving blok dan batako produksi WBP Lapas Sampit karena puas dengan hasilnya yang berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau. "Insyaallah ke depannya kami akan terus memesan batako maupun paving blok produksi Lapas Sampit demi memenuhi kebutuhan bahan bangunan di berbagai perumahan yang kami kerjakan," ucapnya.

Sedangkan Kalapas Kelas IIB Sampit Agung Supriyanto mengatakan, "Dari awal kami menyatakan bahwa konsep pembinaan kemandirian di Lapas Sampit mengacu kepada pangsa pasar di wilayah Sampit sehingga apa yang kami produksi laku di pasaran dan tidak hanya mampu membuat namun hasilnya terbengkelai begitu saja," jelasnya.


"Hasil produksi WBP yang telah memiliki pangsa pasar ini akan terus kami kembangkan baik dalam hal produksi maupun pemasaran, karena selain bagaimana cara berproduksi yang tak kalah penting adalah bagaimana pemasarannya agar apa yang kita produksi diminati konsumen dan laku di pasaran. Selanjutnya hasil penjualan ini akan kami gunakan bagi kelangsungan produksi sekaligus berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Lapas Sampit," tutur Agung.

WBP Lapas Sampit saat ini selain diajarkan mengenai tata cara produksi sesuai dengan jenis pembinaan kemandirian, juga diajari mengenai teknik pemasaran yang tepat sesuai dengan perkembangan saat ini, agar setelah bebas nantinya mereka dapat melanjutkan ilmu yang didapat selama di Lapas dan mampu menjadi insan yang produktif serta mandiri. (Red-dok, Humas Kalteng, September 2021).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook