Lukisan Bakar (Pyrografi) WBP Lapas Pangkalan Bun Siap Ramaikan Pasar Seni Kalimantan Tengah Hingga Nasional

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 19 Juli 2018 10:37, Dibaca 1,469 kali.


Pangkalan Bun – berbagai inovasi terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pangkalan Bun terhadap pembinaan para warga binaannya yang memiliki keahlian yang dimiliki para warga binaannya. Sebelumnya kita menemukan bakatyang terpendam dan berhasil kita salurkan kreatifitas mereka sehingga bisa mengasilkan hasil karya yang memiliki seni dan nilai ekonomi, ucap Kusnan Kepala Lapas Pangkalan Bun didampingi Kasi Binadik Peni Hadi Sutrisno, Kamis (19/07).

Kata Kusnan sebelumnya kita sudah berhasil telah mengorbitkan beberapa karya pembinaan yang kita lakukan seperti menampilkan seni lukis kanvas melalui Wisnu yang sudah dikenal masyarakat luas, begitu juga dengan Tompo yang unik dan begitu lugu telah berhasil menghasilkan seni ukiran dan pembuatan mandau yang merupakan senjata Khas Dayak Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Balitbangham Kemenkumham RI Laksanaan Survei tentang Kepuasan Masyarakat, Persepsi Korupsi dan Integritas)

Kali ini kita fokus untuk mengorbitkan seni lukisan bakar (Pyrografi) yang berbahan dasar kayu pulai atau punting. Dijelaskannya seni lukis bakar (pyrografi) tersebut walaupun masih asing ditelinga kita semua, akan tetapi bagi kita merupakan sebuah peluang yang bisa menjadi pemacu semangat dalam rangka melakukan pembinaan kepada warga kita (WBP). Karena selain hasilnya bagus dan terlihat unik, juga memiliki nilai ekonomi sehingga hal inilah yang kita kembangkan karena selain bermanfaat bagi semua juga menjadi pemasukan bagi kita yang terlibat dan pastinya sebagai pembinaan untuk mereka.

Lebih lanjut dijelaskan Kusnan, bahwa seni pyrografi merupakan seni lukis diatas media kayu dengan cara dipanaskan/dibakar dengan menggosongkan bagian kayu yang di eksploitasi menjadi sebuah lukisan baik itu lukisan para pejabat, pemandangan maupun lainnya. Teknik pelukisan bisa dilakukan dengan media logam ataupun dengan kaca pembesar. Akan tetapi bagi kita saat ini menggunakan alat pemanas yaitu soder.

Saat ini untuk Napi yang kita lakukan pembinaan terhadap seni pyrografi ini adalah Ibnu Rajib Maulani yang terkena pasal 114  UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan vonis hukuman selama 8 Tahun kurungan. Kenapa demikian, karena sebelumnya Ibnu lah yang memperkenalkan seni pyrografi ini kepada kita petugas Lapas. Dan kita lihat menarik serta nilai seni yang tinggi maka kita kembangkanlah seperti sekarang ini. Dikatakannya untuk hasil lukisan yang telah kita buat kita pasarkan dan hasilnya mendapat antusiasme dari masyarakat setempat terlebih bagi para pejabat pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Untuk harga kita pasang tarif yang beragam yakni dimulai dengan Rp. 50.000 rupiah hingga ratusan ribu bahkan mungkin nanti bisa ada yang sampai jutaan, tergantung dari besar kecilnya serta tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Kita juga buka/menerima pesanan bagi siapa saja yang ingin dibuatkan lukisannya baik itu yang sifatnya dari lokal maupun nasional/provinsi lain, terang Kusnan kepada Humas Kantor Wilayah Kemenkumham Kalteng.  (Red-dok. Pirhan Humas Kalteng.Jul 2018).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook