Pengajian Rutin dan Pemberian Santunan

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 24 Juli 2019 14:16, Dibaca 347 kali.


MMCKalteng - Palangkaraya – Kegiatan pengajian rutin bulanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24/07/2019 di Musholla At-Taqwa Kantor Wilayah Jalan Adonis Samad Palangkaraya. Selain pengajian, kegiatan diisi dengan santunan untuk anak-anak Panti Asuhan Ayah Bunda.

Hadir dalam pengajian ini Kepala Divisi Administrasi (Sucipto). Beliau menyampaikan dalam sambutannya ia berterima kasih kepada Kepala UPT yang ada di Kota Palangka Raya telah berkesempatan hadir, dan kepada seluruh pegawai serta Ustad yang akan memberikan tausiyah. Ia juga menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu pelaksanaan dari Reformasi Birokrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Tengah. “Bahwa pengajian merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu juga sebagai salah satu pelaksanaan dari Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum dan HAM yang kita lakukan” ujar Sucipto.

(Baca Juga : Produksi Kerajinan Tangan WBP Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun Meningkat)


Pada kesempatan ini, Sucipto memberikan santunan kepada perwakilan anak Panti Asuhan Ayah Bunda. Beliau menyampaikan semoga santunan ini bermanfaat bagi adik-adik sekalian, dan selalu semangat belajar agar dapat meraih cita-cita serta berguna bagi bangsa, negara dan agama.

Ustad yang memberikan ceramah pada pengajian ini adalah Ustad Syahmidi, M.Pd. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan orang yang bangkrut di Hari Kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji. Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara bathil), menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad).


Di zaman modern saat ini, dengan adanya sosial media dan internet, seseorang dengan mudah berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Di sosial media lebih mudah menyampaikan aspirasi dan pendapat. Akan tetapi sosial media ada juga sisi negatifnya, yaitu setiap orang bebas berbicara negatif, mencaci dan mencela. Lebih bebas daripada di dunia nyata karena ia bisa sembunyi di balik akun sosial media yang ia punya, bisa lebih berani karena tersembunyi dan bisa lebih lari dari tanggung jawab. “Sebagai seorang mukmin, tentu sangat tidak layak berbicara kasar, mencela dan melaknat kapan pun dan di mana pun, baik di dunia nyata maupun dunia maya” terang Ustadz.

Pengajian ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Ustad Syahmidi. Pengajian rutin ini selain dihadiri para pegawai Kantor Wilayah sendiri, juga dihadiri Kepala UPT se-Palangka Raya. (Red-dok, Humas Kalteng, Juli`19).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook