SATGAS PANGAN PROV. KALTENG PANTAU PENYALURAN LOGISTIK PANGAN DI POS PERBATASAN KALSEL-KALTENG

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 30 Mei 2020 20:30, Dibaca 433 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Kegiatan pemantauan oleh tim Satgas Pangan kali ini sengaja dilakukan terkait mulai munculnya keresahan di masyarakat khususnya Kota Palangka Raya, dimana beberapa hari ini terjadi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis yang ada di pasar seperti daging ayam ras, bawang merah/putih, gula pasir dan cabe.

Kabar yang beredar, hal ini disebabkan karena terlalu ketatnya persyaratan bagi supir truk yang ingin masuk ke Kalteng. Bahkan para sopir pengangkut logistik di Pelabuhan Peti Kemas Trisakti sepakat untuk menghentikan pengiriman barang bahan pokok atau logistik ke Palangka Raya karena adanya kebijakan pemerintah Kota Palangka Raya yang mengharuskan para sopir mempunyai surat rapid test virus covid-19. Sementara, menurut mereka tak mudah untuk mendapatkan surat itu karena memerlukan biaya lebih dari kantong pribadi.

(Baca Juga : Pemantauan Harga dan Pasokan Pangan Pokok)

Tim dipimpin langsung oleh Bapak Nurul Edy, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kalteng. Menurutnya, Satgas Pangan Pemprov Kalteng berkepentingan melakukan pemantauan pada pos check point yang ada di kelurahan Kalampangan ini karena kenaikan harga komoditas pangan beberapa hari ini sudah mulai meresahkan warga.

“Kita tidak ingin terjadi gejolak harga di pasaran karena kelangkaan pasokan dari wilayah Kalsel, walau di satu sisi Kalteng berkepentingan untuk melakukan pengendalian transportasi keluar masuk pada saat pandemic covid-19 ini, namun harus juga dipertimbangkan kelancaran pasokan logistik pangan untuk pemenuhan kebutuhan di Kota Palangka Raya,” demikian tuturnya.


Kegiatan Tim Satgas Pangan didampingi oleh Plt.Kadis Hanpang, Plt. Kadishub, Perwakilan Disperindag & Dinas TPHP serta anggota Satgas Pangan dari Polda Kalteng pada Sabtu (30/5/2020) jam 20.15 - 21.30 wib, berdasarkan pemantauan di lapangan bahwa pemberlakuan pemeriksaan sudah sesuai SOP protokol kesehatan dimana sopir-sopir truk dan pick up angkutan yang membawa Bahan Pokok, Bahan Penting dan BBM dibebaskan masuk Palangka Raya, asalkan driver sudah memenuhi standar yaitu menggunakan masker,  menunjukkan surat jalan / DO barang yang diangkut. Pada saat di pos dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan jumlah penumpang hanya boleh 2 orang termasuk sopir dan disarankan lebih baik diikuti dengan pemakaian sarung tangan.

Saat pemantauan dilakukan, ditemukan juga ada 1 keluarga berasal dari Batola, Kalsel yang ingin mengantarkan keluarga ke Palangka Raya tidak bisa masuk dikarenakan KTP-nya bukan Palangka Raya dan tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19. Namun atas pertimbangan akhirnya bisa dijemput oleh keluarganya di Palangka Raya.

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook