Konsumsi Pangan Yang Beragam Dan Bergizi Seimbang Untuk Mempersiapkan Sdm Yang Berkualitas

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 03 September 2019 09:32, Dibaca 1,393 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) pada hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Dra. Lilis Suriani, MM., MM.RS menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendukung tercapainya pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan yang diimplementasikan melalui penerapan konsumsi pangan B2SA.

(Baca Juga : Gubernur Kalimantan Tengah Optimis Panen Raya Padi Maret - April 2020 mendukung Ketersediaan Stok Pangan Menghadapi Pandemi Covid-19)

Lilis mengatakan “Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas SDM ditentukan oleh sebagian besar aspek lingkungan termasuk salah satunya pengaruh konsumsi pangan sebesar 70 persen, dan sisanya  30 persen oleh faktor genetik.Jika pada masa janin dan anak usia dini telah mengalami kekurangan gizi maka akan mempengaruhi perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kognitif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan keberhasilan pendidikan,   yang   berdampak   pada   peningkatan risiko kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa, seperti Diabetes type Il, Stroke, Penyakit Jantung dan lainnya. Jika status gizi dan derajat kesehatan SDM Indonesia belum mencapai status gizi dan kesehatan yang prima maka SDM tidak  akan mampu berdaya saing yang berimplikasi pada penurunan produktivitas, sehingga beban pembangunan menjadi semakin besar dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.”

Tantangan besar bagi bangsa ini untuk bersama-sama meningkatkan kualitas SDM, salah satunya dapat dilakukan melalui  peningkatan kualitas konsumsi pangan dengan pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Hidup sehat, aktif dan produktif selalu menjadi tujuan setiap individu. Untuk itu diperlukan asupan berbagai zat gizi dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga kebutuhan zat gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral dapat terpenuhi.

Melalui berbagai program dan kegiatan, Dinas Ketahanan Pangan secara terus menerus berupaya mendorong konsumsi pangan masyarakat ke arah beragam, bergizi seimbang, dan aman melalui: 

  1. Penyediaan pangan yang beragam di tingkat rumah tangga dengan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL);
  2. penerapan konsumsi pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbahan baku lokal yang bernilai ekonomis;
  3. promosi dan sosialisasi konsumsi pangan B2SA, serta
  4. penanganan keamanan dan mutu pangan

Dalam upaya mendorong  penerapan  konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah secara rutin menyelenggarakan promosi, sosialisasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Pada tahun 2019, promosi pangan B2SA dilaksanakan melalui kegiatan Lomba Cipta Menu atau Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman, kemudian promosi di media cetak dan elektronik, serta Kegiatan Sosialisasi Konsumsi berbasis B2SA pada Ibu-Ibu PKK dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota.

Memasuki era digital atau era industri 4.0 (four point zero) saat ini turut mempengaruhi dinamika konsumsi pangan masyarakat. Pengaruh  globalisasi dan perdagangan pangan berdampak pada perubahan pola konsumsi kearah peningkatan konsumsi makanan jadi serta peningkatan ketersediaan pangan olahan siap saji  yang umumnya berasal dari impor. Seperti meningkatnya ketersediaan aneka olahan pangan dari Amerika, Eropa, Korea, Jepang, Arab, dan wilayah lainnya mendorong perubahan pola konsumsi pangan penduduk pada produk pangan jadi.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi kita semua untuk menjawab perkembangan zaman dalam mewujudkan konsumsi pangan masyarakat menuju konsumsi pangan B2SA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pemanfaatan pangan lokal dengan dukungan teknologi pangan sehingga memiliki nilai ekonomis agar mampu bersaing dengan aneka olahan pangan modern yang mulai menjamur di masyarakat.

“Oleh karena itu, fokus pengembangan B2SA pada kedepan yaitu pengembangan pangan lokal olahan dengan pangan pokok non beras dan non terigu, yang bernilai komersial” Demikian disampaikan Lilis Suriani, MM.,MM.RS saat mengakhiri sambutannya.

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook