Kemarau Panjang, Pemkab Barito Utara Ikhtiar Lahir Batin, Gelar Salat Istisqa

Kontribusi dari Diskominfo Barito Utara, 30 Agustus 2026 07:00, Dibaca 496 kali.


MMCKalteng - Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan serta keberkahan dari Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara. Salat Istisqa diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menundukkan hati dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa hujan merupakan rahmat dan sumber kehidupan bagi manusia, hewan, tumbuhan, pertanian, perkebunan, sungai, serta seluruh makhluk hidup.

(Baca Juga : Peningkatan Infrastruktur Masih Menjadi Fokus Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau)

Menurutnya, kondisi kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan, transportasi, pendidikan, perekonomian, dan kehidupan masyarakat.

“Mari kita introspeksi diri, memperbanyak istigfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam sekitar. Kita berdoa agar musim kemarau segera berakhir dan Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, mengisi kembali sumber air, menyuburkan tanah, serta membantu mengatasi titik-titik api,” ujar Bupati.


Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan di kawasan yang kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara, K.H. Rusmadi Darsani. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak istigfar, melakukan introspeksi diri, serta memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kekhilafan dan dosa.

Ia juga mengingatkan bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam memohon pertolongan Allah SWT ketika mengalami kekeringan. Karena itu, momentum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta meningkatkan amal kebajikan.


Setelah pelaksanaan salat dan khotbah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, mengakhiri musim kemarau, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara.

Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. (Ummi/Rina - Dok: Diskominfosandi2026)/Edt:UL

Diskominfo Barito Utara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter