Wagub Kalteng Buka Rakor Percepatan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian, Perkuat SDM Pertanian Dukung Swasembada Pangan

Kontribusi dari Anggelina Rentika Karolina, 06 Agustus 2026 13:28, Dibaca 1,190 kali.


MMCKaltengPalangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang dibacakan Wakil Gubernur Edy Pratowo, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian.

(Baca Juga : Safari Ramadhan dan Silaturahmi di 13 Kabupaten/Kota, Wagub Kalteng Sampaikan Arahan Gubernur Menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M)

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Hingga saat ini, pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 26,4 ribu hektare. Potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Karena itu, kami meyakini bahwa investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing,” ujar Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Vokasi Program Diploma 1 Bidang Pertanian sebagai bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera. Program ini dirancang sesuai kebutuhan lapangan dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Peserta juga dibekali kompetensi pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, serta kewirausahaan agar mampu menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri,” lanjut Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur mengungkapkan, hingga 5 Agustus 2026 jumlah pendaftar calon Taruna Tani baru mencapai 25 orang atau sekitar 14 persen dari target.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk berperan aktif menyukseskan program ini melalui sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan dukungan pelaksanaan di daerah masing-masing. Diharapkan program pendidikan vokasi ini terus berkembang, menjangkau lebih banyak kabupaten dan kota, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan masa depan bagi generasi muda,” ungkap Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan dukungan bagi peserta Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian agar dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.

“Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk fokus menempuh pendidikan. Peserta memperoleh pendidikan tanpa biaya, menjalani praktik lapangan, dan berpeluang menerima insentif. Melalui program ini, diharapkan lahir petani muda yang kompeten, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Tengah,” pungkas Wakil Gubernur.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti, mengatakan Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung program optimalisasi lahan dan cetak sawah nasional.


“Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” tutur Idha.

Idha menjelaskan, Program Diploma 1 Bidang Pertanian diselenggarakan untuk menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap kerja melalui pembelajaran berbasis praktik.

“Program Diploma 1 ini menerapkan pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori. Peserta dibekali kompetensi pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, termasuk teknologi drone, sehingga siap bekerja atau berwirausaha di sektor pertanian,” jelas Idha.

Lebih lanjut, Idha mengajak pemerintah kabupaten dan kota mendukung program melalui sosialisasi dan penjaringan calon peserta.

“Kami berharap pemerintah daerah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program ini. Dengan dukungan seluruh pihak, pendidikan vokasi pertanian di Kalimantan Tengah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, melahirkan wirausaha muda, dan menjadi percontohan nasional,” tandas Idha.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menjelaskan bahwa Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Program tersebut terintegrasi dengan pengembangan sektor pertanian untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian diselenggarakan untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian melalui program cetak sawah seluas 26.437 hektare, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial,” kata Linae.

Linae menambahkan, program tersebut adalah hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya. Saat ini, pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I telah dibuka dengan kuota 178 peserta.

“Program ini ditujukan bagi penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera serta masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang bermukim di kawasan sekitar hutan. Proses pembelajaran berlangsung selama satu tahun di Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi,” papar Linae.

Lebih lanjut, Linae menegaskan keberhasilan program ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam sosialisasi, penjaringan calon Taruna Tani, dan penguatan sumber daya manusia pertanian di daerah.


“Keberhasilan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dukungan dalam sosialisasi, penjaringan calon Taruna Tani, dan penguatan sumber daya manusia pertanian di daerah menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegas Linae.

Tampak hadir Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana, Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Pimpinan Perguruan Tinggi, Unsur Pendukung Pendidikan Vokasi Pertanian, serta Tamu Undangan Lainnya. (ARK/Foto:Fry)

 

 

 

 

 

Anggelina Rentika Karolina

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter