Rutan Palangka Raya Ikuti KKR Paskah 50 Lapas dan Rutan se-Indonesia

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 06 April 2021 17:19, Dibaca 22 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Bertempat di Aula Dalam Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Rutan Palangka Raya melalui Gereja Binaannya mengikuti Kegiatan KKR Paskah 50 Lapas dan Rutan se-Indonesia yang dilaksanakan pada hari Senin (5/4/2021) pukul 08.30 sampai dengan 11.30 melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Irjen Pol Drs Reynhard Silitonga, S.H, M.Si dan sebagai pembicara yaitu Bp. Pdt. Daniel Alexander.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan KKR Paskah 50 Lapas dan Rutan se-Indonesia Tahun 2021, Andreas menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ditujukan untuk memotivasi semua warga binaan yang ada di Indonesia untuk mengandalkan Tuhan dan mampu bangkit kembali untuk meraih keberhasilan dengan memulainya dengan membangun kembali hubungan pribadinya dengan Tuhan. Panitia berharap kegiatan ini tetap dapat dilaksanakan di kesempatan berikutnya, tentunya dengan izin dan dukungan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

(Baca Juga : Lapas Tamiang Layang Gandeng Kemenag Bimbing Warga Binaan)

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Bapak Irjen Pol Drs Reynhard Silitonga, S.H, M.Si, dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan seperti ini mampu memberikan semangat buat semua insan pemasyarakatan khususnya warga binaan agar mampu membangun diri menjadi lebih baik, sehingga saat akan kembali ke tengah masyarakat sudah mempunyai semangat dan juga dibekali kemampuan untuk bisa berguna bagi masyarakat sekitar saat sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat.


Pdt. Daniel Alexander dalam kotbahnya yang mengangkat tema NAPI YANG BERJUMPA TUHAN YESUS DI KAYU SALIB (Lukas 23 : 33-43) menyampaikan bahwa semua kita umat manusia tidak lepas dari salah dan dosa. Bagi setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tentunya menyadari bahwa hanya Dia TUHAN yang mampu menopang kita semua termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan, mampu diubahkan menjadi pribadi yang tahan uji, terlebih saat kita intim kepadanya dalam doa dan pujian pengagungan kepadanya. Pribadi yang menyadari dan mau mengakui kesalahan adalah seperti salah orang yang disalibkan bersama Yesus, dia berkata, ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja’, menandakan bentuk keyakinan penuh percaya pada Yesus sebagai TUHAN yang mampu menyelamatkan.

"Karenanya melalui pengorbanan Kristus, kita semua insan pemasyarakatan khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan mari arahkan hidup kita menjadi pribadi yang mengalami kasih dan pengampunan Tuhan, sehingga mampu bangkit kembali menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat dengan mampu hidup dalam kebenaran dan mau mengembangkan diri dengan memberdayakan potensi yang dimiliki melalui program pembinaan yang diberikan, sehingga nantinya saat kembali ke tengah-tengah masyarakat mampu tampil sebagai pribadi yang mampu diandalkan," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan video tentang pelayanan dari Sungai Kehidupan Ministry yang berisikan pelayanan yang dilakukan bagi anak-anak yang ada di Papua, selain itu ada kesaksian pujian dan kesaksian pribadi dari WBP dari beberapa UPT. Selain itu juga ada kesaksian mantan WBP yang ada di Porong yang mampu tetap berkarya bagi teman-teman yang masih menjalani proses hukum di Porong melalui keterampilan membuat tahu, yang telah mampu diproduksi untuk keperluan masyarakat di daerah pulau jawa.


Kegiatan ini diikuti oleh 58 LP dan Rutan se-Indonesia, dan khusus dari Kalimantan Tengah diikuti oleh Rutan Palangka Raya, LP Palangka Raya, LPP Kasongan, LPKN KAsongan serta LP Muara Teweh. Sehubungan dengan keadaan Rutan Kelas IIA Palangka Raya yang sedang terpapar COVID-19, maka dalam pelaksanaan kegiatan hanya dihadiri oleh 3 orang WBP dari 87 orang WBP yang beragama Kristen dan Katolik sebagai perwakilan, didampingi oleh Kepala Satuan Pengamanan RUTAN Palangka Raya, Erikjon Sithohang dan Ciwogalatia selaku Koordinator Gereja Binaan Rutan Kelas IIA Palangka Raya.

Di akhir kegiatan, Rutan Kelas IIA Palangka Raya juga diberkati oleh Panitia Pelaksana Melalui Komunitas Pembawa Berkat (KOMPAK) Palangka Raya dengan dibagikannya Nasi Kotak Kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini ada kurang lebih 330 orang, baik yang beragama Kristen dan Katolik maupun yang beragama lainnya. Nasi Kotak tersebut langsung didistribusikan kepada seluruh WBP dengan diantarkan ke kamar-kamar karantina dan disambut dengan rasa syukur. (Red-dok, Humas Kalteng, April 2021).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook