Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Bantu Petugas Padamkan Api Karhutla di Kalampangan

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 24 September 2019 17:45, Dibaca 722 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran turun langsung ke lapangan untuk membantu petugas memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Kalampangan, Kota Palangka Raya, Selasa (24/9/2019).

Saat tiba di lokasi kebakaran, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini langsung membantu petugas menggunakan selang air dari mobil Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api di sejumlah titik.

(Baca Juga : Kadis P3A-PPKB : Dengan Satgas yang melibatkan Masyarakat, Informasi dan Permasalahan di Lapangan Bisa Diketahui )

Turut hadir Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Prov. Kalteng Mofit Saptono, anggota TNI dan Polri, Tim Satgas Karhutla Kalteng, serta relawan dari berbagai unsur masyarakat yang ikut membantu memadamkan api di lokasi kebakaran.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran kembali menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan di musim kemarau yang panjang ini.


"Saya menghimbau seluruh masyarakat Kalimantan Tengah di musim kemarau yang panjang tidak usah membakar lahan," tegas Sugianto Sabran.

Lebih lanjut pihaknya akan menjamin masyarakat peladang di Kalteng yang tidak bisa membuka lahan dengan cara membakar, akan mendapatkan kebutuhan pokoknya.

"Kalaupun ada masyarakat Kalimantan Tengah yang kelaparan, tanggung jawab Pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi, kalau kita tidak mampu baru kita minta Pemerintah Pusat untuk menangani. Saya jamin tidak ada masyarakat peladang yang kelaparan karena dampak dari tidak bisa membuka lahan, pemerintah provinsi siap menggelontorkan anggaran untuk menyediakan bahan pokok masyarakat Kalteng" kata Gubernur.


Gubernur berharap hujan akan segera mengguyur Bumi Tambun Bungai ini, tidak hanya hujan hasil dari modifikasi cuaca, namun hujan alami agar kabut asap dari Karhutla di Kalteng bisa segera berkurang.

"Ya mudah-mudahan kalau melihat dari BMKG tanggal 23, tadi malam sudah mulai turun hujan, tapi itu hujan hasil dari modifikasi cuaca, mudah-mudahan tanggal 28-29 ini sudah hujan alami, harapan kita adalah hujan alami bukan dari modifikasi cuaca. 10 hari kedua oktober itu sudah masuk musim penghujan, kita berdoa sudah memasuki musim penghujan, harapan kita itu," tutup Sugianto Sabran. (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook