Sekilas Info
Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 18 Januari 2026 13:15, Dibaca 68 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan sejumlah program strategis peningkatan mutu pendidikan akan terus berlanjut pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo dalam rapat koordinasi daring bersama pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026).
Reza menegaskan bahwa Asesmen Minat dan Bakat (AMB) tetap menjadi program prioritas. Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan sebelumnya, ia mengungkapkan adanya ribuan peserta didik di Kalimantan Tengah yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) di atas rata-rata, bahkan masuk kategori superior.
(Baca Juga : Meriahkan Karnaval Budaya FBIM 2023, BPBPK Prov. Kalteng Usung Tema Siap Wujudkan Kalteng BerAKHLAK Penuh Dengan KeBERKAHan )
“Hasil ini luar biasa dan patut kita banggakan. Tapi yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Anak-anak dengan potensi besar ini tidak boleh kita biarkan begitu saja,” tegas Reza.
Ia meminta agar hasil asesmen AMB benar-benar dikawal oleh kepala sekolah, tim kurikulum, tim kesiswaan, serta guru Bimbingan Konseling (BK). Menurutnya, peserta didik dengan IQ tinggi perlu difasilitasi melalui kelas khusus, program pengayaan, maupun kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengasah dan menantang kemampuan mereka.
Sebagai bentuk keseriusan, Reza juga menyampaikan rencana kolaborasi dengan pihak eksternal. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan CEO Ingatan Gajah untuk kembali melakukan pengujian dan pendalaman kemampuan bagi siswa-siswa dengan hasil asesmen IQ di atas rata-rata.
“Tahun 2026 ini kita akan uji dan asah lagi potensi mereka, supaya ke depan mereka bisa menjadi champion-champion dari Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Selain AMB, Reza juga menyinggung capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kalimantan Tengah. Ia mengakui bahwa posisi Kalteng saat ini berada di peringkat menengah secara nasional, namun menunjukkan tren yang positif.
“Alhamdulillah, kita berada di peringkat 15 dari 38 provinsi. Banyak anak-anak kita yang meraih nilai istimewa, bahkan nilai 100 untuk mata pelajaran seperti fisika dan biologi. Jumlahnya bukan sedikit, tapi ribuan,” ungkapnya.
Menurut Reza, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pendidikan di Kalimantan Tengah. Meski demikian, ia menekankan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan dan konsistensi peningkatan prestasi tersebut.
Program berikutnya yang dipastikan tetap berjalan adalah Tryout UTBK. Reza menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendorong lulusan SMA dan SMK agar melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Kalteng yang berhenti sekolah setelah lulus SMA atau SMK. Mereka harus kuliah. Kepala sekolah, wali kelas, dan guru-guru harus terus memberi dorongan dan semangat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta didik kelas XII dari keluarga tidak mampu yang telah terdata akan memperoleh kesempatan kuliah gratis. Program ini, menurutnya, merupakan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku, selama yang bersangkutan merupakan putra-putri daerah dan berasal dari keluarga yang belum memiliki sarjana.
Selain itu, Program Pengembangan Kompetensi Dasar Siswa (PKDS) juga dipastikan tetap dilaksanakan. Reza meminta seluruh satuan pendidikan untuk aktif mengikuti dan mengimplementasikan setiap program yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menanggapi keluhan sejumlah kepala sekolah terkait adanya gangguan dari oknum-oknum tertentu yang diduga memiliki kepentingan pribadi. Ia menegaskan agar pihak sekolah tidak merasa takut dan tetap bekerja sesuai aturan.
“Kita sudah fasilitasi website resmi sekolah. Gunakan itu untuk publikasi kegiatan sekolah agar pemberitaan berimbang. Kalau ada laporan atau tekanan, kita punya biro hukum dan mekanismenya,” tegasnya.
Ia bahkan mendorong sekolah membentuk komunitas atau ekstrakurikuler jurnalistik yang melibatkan peserta didik. Selain sebagai sarana publikasi, langkah ini dinilai mampu mengasah literasi, numerasi, kemampuan digital, serta pola pikir kritis siswa.
“Biarkan anak-anak kita yang menulis dan mempublikasikan kegiatan sekolah melalui website resmi. Ini akan menjadi pengimbang terhadap pemberitaan-pemberitaan negatif,” pungkas Reza. (Rzn/Foto:Media Disdik). Edt : EK
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.