Hari Keluarga Hari Kita

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 08 Juli 2019 08:51, Dibaca 225 kali.


Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi perkembangan individu karena sejak kecil anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga. Peran orang tua dalam keluarga menjadi amat sentral bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik itu secara langsung maupun tidak langsung (Ariani, 2009). Peranan keluarga menggambarkan pola perilaku interpersonal, sifat, dan kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam situasi dan posisi tertentu. 

Keluarga memiliki berbagai dukungan suportif seperti dukungan emosional, informatif, penghargaan, dan instrumental (Agustini et al., 2013). Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) telah dilaksanakan selama 26 tahun dengan tema Hari Keluarga: Hari Kita Semua, dengan tagline Cinta Keluarga, Cinta Terencana. Dengan tema dan tagline tersebut diharapkan dapat mendekatkan dan meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga. Dukungan keluarga dapat berupa dukungan internal, yaitu seperti dukungan dari suami atau istri atau dukungan dari saudara kandung dan dukungan eksternal, yaitu seperti dukungan dari keluarga besar atau dukungan sosial (Friedman et al., 2010).

(Baca Juga : Sistem Informasi Datangkan Nilai Ekonomi)

Peringatan Harganas XXVI memiliki tujuan umum dalam meningkatkan peran serta pemerintah, mitra kerja, swasta, masyarakat, dan keluarga tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga secara optimal, yang meliputi: agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan. Fungsi keluarga mempengaruhi kapasitas kesehatan dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga (Families, 2010). Delapan fungsi keluarga berdasarkan Wirdhana et al. (2013) antara lain: Pertama, fungsi keagamaan. Fungsi keluarga sebagai tempat pertama seorang anak mengenal, menanamankan, dan menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga bisa menjadi insan-insan yang agamis, berakhlak baik dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, fungsi sosial budaya. Fungsi keluarga dalam memberikan kesempatan kepada seluruh anggota keluarganya dalam mengembangkan kekayaan sosial budaya bangsa yang beraneka ragam dalam satu kesatuan. Ketiga, fungsi cinta dan kasih sayang. Fungsi keluarga dalam memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak-anaknya, anak dengan anak, serta hubungan kekerabatan antar generasi, sehingga keluarga menjadi tempat utama bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir dan batin. Keempat, fungsi perlindungan. Fungsi keluarga sebagai tempat berlindung keluarganya dalam menumbuhkan rasa aman dan tentram serta kehangatan bagi setiap anggota keluarganya. 

Kelima, fungsi reproduksi. Fungsi keluarga dalam perencanaan untuk melanjutkan keturunannya yang sudah menjadi fitrah manusia sehingga dapat menunjang kesejahteraan umat manusia secara universal. Keenam, fungsi sosialisasi dan pendidikan. Fungsi keluarga dalam memberikan peran dan arahan kepada keluarganya dalam mendidik keturunannya, sehingga dapat menyesuaikan kehidupannya di masa mendatang. Ketujuh, fungsi ekonomi. Fungsi keluarga sebagai unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga. Kedelapan, fungsi pembinaan lingkungan. Fungsi keluarga dalam memberi kemampuan kepada setiap anggota keluarganya, sehingga dapat menempatkan diri secara serasi, selaras, dan seimbang sesuai dengan aturan dan daya dukung alam dan lingkungan yang setiap saat selalu berubah secara dinamis.(syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook