Gubernur Kalteng Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Barsel

Kontribusi dari Rikah Mustika, 21 September 2026 11:13, Dibaca 185 kali.


MMCKalteng – Buntok – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Minggu (20/9/2026). Peninjauan dilakukan bersama tim gabungan di sejumlah lokasi yang terpantau memiliki titik panas.

Karhutla menjadi perhatian serius karena luas hutan dan lahan yang terbakar di Barsel hingga pertengahan September 2026 dilaporkan telah mendekati 700 hektare.

(Baca Juga : Hari Pangan Sedunia, Pemprov. Kalteng Berpartisipasi Gelar Gerakan Pangan Murah)

Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, penanganan berawal dari hasil pemantauan aplikasi Sipongi yang menunjukkan sejumlah hotspot dengan koordinat berdekatan di wilayah Kecamatan Dusun Selatan.

“Tim langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman dan pendinginan,” ujar Eko.

Operasi berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Petugas menyisir dan menangani beberapa lokasi, yakni Jalan Raya Buntok-Palangka Raya kawasan Tugu Perbatasan Kapuas, Pondok Cinta Desa Madara, serta kawasan Masimpun Letter S, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Agustiar turut melihat secara langsung kondisi kawasan yang terdampak serta proses penanganan yang dilakukan personel gabungan. Gubernur ingin memastikan penanganan karhutla terus berjalan. 

Sejumlah unsur dilibatkan dalam operasi tersebut, di antaranya Polres Barsel, Polsek Dusun Selatan, Kodim 1012 Buntok, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Manggala Agni dan Dinas Perhubungan. Petugas juga mengerahkan water cannon Polres Barsel serta berbagai peralatan pemadaman milik BPBD dan instansi terkait.


Eko menambahkan, penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Setelah api dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

“Pendinginan menjadi tahap penting setelah pemadaman, sehingga potensi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa dapat ditekan,” jelasnya.

Hasil penanganan menunjukkan seluruh hotspot yang telah dilakukan ground check berhasil ditangani. Api padam dan kondisi lokasi dilaporkan aman serta kondusif.

“Seluruh titik yang kami lakukan ground check sudah ditangani. Saat ini kondisi di lokasi aman dan kondusif,” pungkas Eko.

Pemantauan tetap dilanjutkan di kawasan rawan untuk mendeteksi sedini mungkin kemunculan titik api baru. Upaya tersebut dilakukan guna mencegah kebakaran kembali meluas di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi. (Rkh/Foto:ist) 

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter