Sekilas Info
Kontribusi dari Rikah Mustika, 19 September 2026 12:31, Dibaca 48 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Sebanyak 3.000 mahasiswa di Kalimantan Tengah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerima bantuan pangan dan bantuan tunai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Sabtu (19/9/2026).
Setiap mahasiswa menerima paket sembako yang terdiri atas 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, Gubernur juga memberikan multivitamin, masker KN95, serta bantuan tunai sebesar Rp100 ribu kepada setiap mahasiswa.
(Baca Juga : Wagub Edy Pratowo Dengarkan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap 4 Raperda Provinsi Kalteng)
Penyaluran tersebut merupakan tahap kedua. Sebelumnya, Pemprov Kalteng telah menyalurkan bantuan pangan kepada mahasiswa terdampak karhutla di lokasi yang sama pada 16 September 2026.
Gubernur Agustiar Sabran mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang turut merasakan dampak karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi ekonomi.
“Hari ini kita berbagi kepada mahasiswa yang terdampak. Bukan hanya mahasiswa, seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, kami menyiapkan bantuan pangan, kesehatan, air bersih, masker, dan vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Agustiar.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi karhutla. Selain berpartisipasi dalam kegiatan di lapangan, mahasiswa dapat mengambil peran melalui edukasi serta penyebaran informasi yang benar di media sosial.
“Gunakan handphone dan media sosial dengan bijaksana. Kalau ada informasi yang simpang siur, mari kita luruskan dengan informasi yang benar. Kita bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dan mengantisipasi karhutla,” tegasnya.
Agustiar juga mengajak mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan sederhana, seperti memantau kondisi di sekitar tempat tinggal dan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Mari kita bergandengan tangan dan bergotong royong untuk mengantisipasi karhutla. Kita terus berusaha dan berdoa agar musibah ini cepat berlalu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, relawan mahasiswa, ASN, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat pengelola hutan desa.
“Solidaritas, kolaborasi, dan kebersamaan kita sangat penting. Semua sumber daya yang kita miliki digerakkan agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap terlindungi,” kata Edy.
Menurutnya, kondisi karhutla tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena berlangsung bersamaan dengan musim kemarau yang panjang. Penanganannya dilakukan melalui pemadaman darat dan udara dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta jarak pandang untuk keselamatan penerbangan.
Edy meminta mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla.
“Adik-adik tetap bersemangat mengejar ilmu dan pendidikan. Di tengah kondisi ini, mari kita bersatu padu membantu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan agar segera berlalu dari Bumi Tambun Bungai,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan mahasiswa penerima bantuan berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa yang memiliki KTP di luar Kalimantan Tengah namun saat ini sedang menempuh pendidikan di Kalteng.
“Walaupun KTP-nya dari luar Kalimantan Tengah, selama berada dan menempuh pendidikan di sini, kalian merupakan bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah. Perhatian pemerintah terhadap mahasiswa semuanya sama,” ujar Linae.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan bantuan kesehatan yang diberikan, khususnya masker dan multivitamin, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh di tengah paparan asap karhutla.
“Masker dan multivitamin yang diberikan bukan sekadar simbol, tetapi pengingat agar anak-anak kita menjaga kesehatan. Masker digunakan dan multivitamin dikonsumsi sesuai anjuran,” katanya.
Linae menambahkan, mahasiswa yang tidak terlibat langsung dalam penanganan karhutla tetap dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. (Rkh/Foto: Rid)