Gubernur Kalteng Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Pangkas Waktu Tempuh Warga Sukamara

Kontribusi dari Widia Natalia, 27 Agustus 2026 14:45, Dibaca 120 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kamis (27/8/2026). Kehadiran jembatan tersebut memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah membangun Jembatan Perintis Garuda sebagai bagian dari upaya membuka akses wilayah dan menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

(Baca Juga : Ispa, Asma, dan Gangguan Pernafasan Lainnya, 439 Orang Telah Dilayani di RSUD dr. Doris Sylvanus Sejak Agustus )

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Timur, saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi dibangunnya jembatan ini,” tutur Agustiar.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai, Korem 102/Panju Panjung, dan Kodim 1014/Pangkalan Bun yang telah bekerja membangun sejumlah jembatan, termasuk satu jembatan di Sukamara dan dua jembatan di Kotawaringin Timur.

Menurut Gubernur, Jembatan Perintis Garuda memberikan dampak langsung bagi warga Desa Jihing dan Desa Petarikan. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh jalur memutar untuk berpindah antarwilayah.

“Kehadiran jembatan ini dapat menghemat waktu perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam. Ini mempermudah masyarakat menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial,” katanya.


Agustiar menilai pembangunan jembatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan konektivitas.

Ia menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dari sinilah kita melihat tingginya komitmen, kepedulian, dan semangat pengabdian TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, mulai dari membuka keterisolasian wilayah, mendukung pembangunan dan ketahanan pangan, hingga membantu menghadapi ancaman bencana,” ucap Agustiar.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud bakti TNI Angkatan Darat sekaligus bentuk kehadiran TNI dalam menjawab persoalan konektivitas masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki arti strategis karena mendukung mobilitas warga, pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi.

“Jembatan ini mampu membuka isolasi wilayah, memangkas jarak, serta mempercepat arus transportasi bagi masyarakat,” kata Zainul.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan akses penghubung.

Zainul juga menyampaikan bahwa jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai telah menyelesaikan pembangunan 104 jembatan di wilayah kerjanya. Pembangunan diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan, termasuk kawasan terpencil dan terluar.

Ia meminta masyarakat bersama pemerintah daerah dan aparat untuk menjaga serta merawat Jembatan Garuda Perintis agar dapat digunakan dalam jangka panjang.


“Anggaplah fasilitas ini sebagai milik pribadi yang harus dijaga dan dirawat, sehingga usia pakainya panjang dan dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Ia mengatakan penanganan karhutla menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden telah memberikan arahan langsung dalam kunjungannya ke Kalimantan Tengah dan meminta seluruh unsur memperkuat upaya pengendalian karhutla.

Zainul menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat harus bergerak bersama, terutama dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau ada kesulitan, sampaikan kepada aparat. Ada cara lain yang bisa dilakukan dan kita dapat bersama-sama mencari solusinya,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat terdekat, termasuk kepolisian, Koramil, Kodim, maupun Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, Bupati Sukamara H. Masduki menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan pemerintah daerah atas pembangunan Jembatan Garuda Perintis. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi infrastruktur penting yang memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Masduki berharap masyarakat Desa Jihing dan Desa Petarikan dapat menjaga serta memanfaatkan jembatan tersebut secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama dan generasi mendatang.

Peresmian turut dihadiri Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalteng terkait.(WDY/Foto:RZD)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter