Karhutla Kalteng Masih Berisiko Tinggi, Pemadaman dan Patroli Terus Diintensifkan

Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 26 Agustus 2026 22:59, Dibaca 407 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pemantauan, pencegahan, dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan dan laporan Posko Pengendalian Karhutla, Rabu (26/8/2026). Sejumlah titik hotspot (HS) dan fire spot (FS) masih terpantau. Operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara terus dilakukan secara terpadu guna mencegah api meluas serta menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pemantauan udara berdasarkan data Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi dengan indikasi kebakaran aktif maupun asap. Di Kabupaten Katingan, titik kebakaran terpantau di wilayah Kamipang dengan kondisi asap tebal dan estimasi area terbakar sekitar 5 hektare. Sementara itu, di Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, ditemukan beberapa titik api berasap di dekat permukiman dengan estimasi area terbakar sekitar 5 hektare.

(Baca Juga : Deputi Penanganan Darurat BNPB Bangga Terhadap Relawan Dapur Umum Pemprov Kalteng)

Kondisi serupa ditemukan di Mentawa Baru Ketapang dan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. Di Mentawa Baru Ketapang, area terbakar diperkirakan sekitar 4 hektare dan masih berpotensi meluas. Sedangkan di Mentaya Hilir Selatan, luas kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare dan telah mendapat dukungan operasi udara berupa pickup water.

Sejumlah hotspot juga terpantau di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Di wilayah Jabiren dan Kahayan Kuala, beberapa titik menunjukkan kondisi asap tipis hingga tebal, termasuk lokasi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar. Sementara itu, di Dadahup dan Bentuk, Kabupaten Kapuas, juga ditemukan sejumlah hotspot dengan indikasi asap.

Di Kabupaten Seruyan, fire spot di Paring Raya terpantau berasap dengan potensi meluas dan estimasi area terbakar sekitar 2 hektare. Adapun target fire spot di Seruyan Hilir dinyatakan clear. Hasil pemantauan di Pasir Panjang, Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, serta sejumlah wilayah Kabupaten Sukamara dan Lamandau menunjukkan kondisi relatif aman dengan target fire spot clear.

Kalimantan Tengah masih berada pada tingkat risiko Karhutla sangat tinggi. Pada 26 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB, BMKG mencatat sebanyak 1.871 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya.

Kondisi kekeringan ekstrem, minimnya curah hujan, serta cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan diperkirakan masih berlangsung hingga 2 September 2026. Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya dan meluasnya kebakaran, khususnya pada kawasan gambut, lahan kering, semak belukar, dan wilayah dengan vegetasi mudah terbakar.


Sebaran asap Karhutla bergerak ke barat laut hingga utara dan berdampak hingga Sarawak, Malaysia. Kualitas udara menurun, dengan PM2.5 di Palangka Raya sempat mencapai kategori sangat tidak sehat dan jarak pandang di Buntok sekitar 900 meter. BMKG mengimbau masyarakat menghindari pembakaran lahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk.

Posko PDB Karhutla Kalteng mencatat 798 hotspot per 26 Agustus 2026, dengan 688 titik atau 86,21 persen telah dipatroli melalui udara. Operasi waterbombing juga terus dilakukan, masing-masing 25 kali di Babirah, Kotawaringin Timur, dan 37 kali di Hiu Putih, Palangka Raya.

Operasi udara tersebut dilaksanakan PT Dominic Asasta Aviasi melalui Ops. PKY. Setelah operasi udara, beberapa lokasi masih menyisakan asap dengan luas area terbakar masing-masing sekitar 5 hektare. Sementara itu, penanganan di darat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Damkar, TNI/Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), perusahaan, dan relawan.

Di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, area terdampak Karhutla diperkirakan mencapai 261,08 hektare. Api utama berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat titik asap yang sulit dijangkau sehingga memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan. Di Kota Palangka Raya, pemadaman dan pembasahan terus dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Cilik Riwut, Tingang, Banteng, Hiu Putih, Langkai Permai, dan kawasan lainnya.

Daops Manggala Agni bersama unsur BKO, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, MPA, relawan, dan mahasiswa juga melaksanakan pemadaman Karhutla di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Pemadaman dilakukan pada lahan gambut, tanah mineral, Area Penggunaan Lain (APL), maupun kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK), dengan vegetasi berupa semak belukar, pakis, serasah, tunggul, akasia, galam, dan vegetasi hutan lainnya. Di sejumlah lokasi masih ditemukan kepulan asap dan titik api pada lapisan gambut yang membutuhkan pemadaman serta pemantauan lanjutan.

Berdasarkan rekapitulasi Januari–Agustus 2026, tercatat 606 titik api dengan luas lahan terbakar 246,5 hektare, dan 238,32 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Penanganan serta pendinginan terus dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.


Selain pemadaman, Satgas Karhutla memperkuat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat melalui Siaran Keliling (Sirling), pembagian brosur, dan masker. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan, segera melaporkan titik api atau kepulan asap, serta memahami dampak Karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan. Informasi kontak posko dan layanan darurat juga disampaikan untuk mempercepat penanganan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam pengendalian Karhutla. Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan dan memantau dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, segera melaporkan titik api, serta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Upaya terpadu terus dilakukan untuk mencegah Karhutla meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan. (Dw/Foto:Ist)

 

Dewi Rosmeity

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter