Sekilas Info
Kontribusi dari Widia Natalia, 05 Agustus 2026 14:26, Dibaca 184 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya membangun sistem pelayanan stroke yang merata hingga seluruh kabupaten dan desa. Pengakuan internasional yang diterima RSUD dr. Doris Sylvanus melalui World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status dinilai bukan sekadar prestasi institusi, melainkan momentum mempercepat transformasi layanan kesehatan di Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden saat mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo pada Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke di Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu (5/8/2026).
(Baca Juga : Sebagai Bentuk Kepedulian, Gubernur Kalteng Berikan Bingkisan Kasih Kepada Panti Rehabilitasi Joint Adulam Ministry)
"Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah," tegas Sekda.
Sekda menegaskan, capaian tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat yang menempatkan pelayanan kesehatan sebagai hak dasar seluruh masyarakat. Program tersebut mencakup berobat gratis berbasis KTP, insentif tenaga kesehatan desa, revitalisasi puskesmas, pendampingan ibu hamil, serta program satu desa satu ambulans.
Namun di balik penghargaan itu, Pemerintah Provinsi juga mengingatkan masih adanya tantangan besar dalam penanganan stroke. Saat ini, baru tiga rumah sakit di Kalimantan Tengah yang siap menangani stroke akut dan seluruhnya berada di Kota Palangka Raya. Di sejumlah kabupaten, keterbatasan dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan yang belum optimal, serta jauhnya jarak antardaerah masih menjadi hambatan yang menyebabkan banyak pasien kehilangan golden period penanganan stroke.
"Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat," ujar Sekda.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengoordinasikan penguatan sistem pelayanan stroke melalui lima langkah strategis, yakni penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat provinsi, penguatan rumah sakit siaga stroke di kabupaten/kota, integrasi layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta pembentukan Daerah Siaga Stroke pertama di Kalimantan Tengah melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus dr. Suyuti Syamsul menjelaskan bahwa penghargaan WSO/Angels Award Platinum Status merupakan pengakuan internasional terhadap kepatuhan rumah sakit dalam menjalankan standar pelayanan stroke, mulai dari kecepatan mengenali gejala, proses diagnosis, pemberian terapi, hingga ketepatan dokumentasi pelayanan. Predikat tersebut merupakan peningkatan dari status Gold yang sebelumnya telah diraih rumah sakit.
"Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari," jelasnya.
Ia mengakui, RSUD dr. Doris Sylvanus masih menghadapi tantangan tingginya jumlah kunjungan pasien yang berdampak pada kepadatan layanan, termasuk di Instalasi Gawat Darurat. Karena itu, penguatan pelayanan kesehatan di rumah sakit kabupaten/kota menjadi bagian penting untuk mengurangi beban layanan di rumah sakit rujukan provinsi.
Meski demikian, pihaknya memastikan RSUD dr. Doris Sylvanus siap menjalankan peran sebagai pusat rujukan sekaligus pusat pembinaan jejaring pelayanan stroke di Kalimantan Tengah, sehingga kemampuan penanganan stroke dapat terus diperluas hingga daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Perwakilan Angels Initiative Indonesia, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr. Mikko Uriamappas Ludjen, jajaran RSUD dr. Doris Sylvanus, dokter spesialis, serta Tim Code Stroke.(WDY/Foto:RVD)