Bahas Antrean di SPBU, Pemkab Kobar Bersama Pertamina Perkuat Koordinasi Distribusi BBM

Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 29 Juli 2026 08:52, Dibaca 120 kali.


MMCKalteng – Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat koordinasi penyaluran dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) guna menyikapi antrean panjang yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa waktu terakhir, yang dilaksanakan di Ruang F.A.D. Pati Anom Lantai 2 Kantor Bupati, Rabu (29/7/2026). Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Hj. Nurhidayah.

Rapat dihadiri oleh perangkat daerah terkait, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero), serta para pimpinan SPBU di wilayah Kabupaten Kobar. Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi penyebab antrean BBM sekaligus menyusun langkah-langkah strategis agar distribusi energi kepada masyarakat berjalan lancar.

(Baca Juga : Tingkatkan Kualitas SDM Bidang Pariwisata, Dispar Kobar Adakan Pelatihan Pemandu Wisata)

Bupati Hj. Nurhidayah, mengatakan rapat koordinasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil pemantauan pemerintah daerah terhadap kondisi penyaluran BBM di lapangan sekaligus menjawab berbagai keluhan masyarakat.

"Rapat koordinasi ini kita lakukan setelah monitoring situasi yang terjadi dalam penyaluran BBM, rapat ini penting untuk menjawab berbagai permasalahan yang disampaikan baik secara langsung kepada pemerintah daerah maupun melalui berbagai media sosial yang ada," ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Kobar akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan tertib, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero), Lucky Harianto, memastikan bahwa ketersediaan stok BBM di Kabupaten Kobar saat ini berada dalam kondisi aman. Menurutnya, antrean yang terjadi salah satunya lebih dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax beberapa waktu lalu.


"Realisasi konsumsi Pertamax mengalami penurunan sekitar 32 persen, sementara realisasi penggunaan Pertalite justru meningkat sekitar 12 persen, pergeseran konsumsi inilah yang turut memengaruhi kondisi antrean di sejumlah SPBU," jelas Lucky.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai langkah penguatan distribusi, antara lain meningkatkan monitoring ketahanan stok di setiap SPBU, memantau distribusi BBM dari depot ke lembaga penyalur, serta meminta setiap SPBU menerapkan manajemen stok secara optimal melalui pemantauan stok awal setiap pagi, evaluasi penyaluran harian, dan perencanaan kebutuhan untuk hari berikutnya.

Selain itu, Pertamina juga melakukan pengaturan jam operasional dan pengelolaan antrean di area SPBU, menambah nozzle pengisian Pertalite di beberapa lokasi, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Upaya lain yang telah dilakukan meliputi pengalihan pasokan BBM dari luar daerah ke wilayah dalam kota, pemblokiran akun barcode yang terindikasi melakukan penyalahgunaan, pengusulan penambahan kuota Pertamax, serta peningkatan edukasi kepada operator SPBU agar menjalankan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam penyaluran BBM bersubsidi dan penggunaan sistem QR Code.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Kobar bersama PT Pertamina Patra Niaga dan seluruh pengelola SPBU berkomitmen terus memperkuat sinergi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan pasokan energi di Kabupaten Kobar tetap aman dan terkendali. (prokom_rib)/Edt:UL

Diskominfo Kobar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter