Disdagperin Kalteng Dorong Hilirisasi Hasil Perikanan Lewat Pelatihan Olahan Ikan

Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 16 September 2026 07:38, Dibaca 154 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha serta hilirisasi potensi sumber daya lokal. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan yang digelar di Palangka Raya, 15–17 September 2026. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, Selasa (15/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian serta masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan sejenis.

(Baca Juga : Wagub Kalteng Tinjau Pelabuhan Segintung, Seruyan)

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan olahan frozen food, seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang tumbuhnya wirausaha dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru berbasis hasil perikanan. Melalui diversifikasi dan hilirisasi, hasil perikanan yang relatif mudah rusak dapat diolah menjadi produk dengan masa simpan lebih panjang, memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi, serta berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Kepala Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, mengatakan potensi perikanan yang dimiliki Kalimantan Tengah perlu didukung dengan peningkatan kemampuan SDM dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Pengolahan ikan merupakan salah satu strategi untuk mentransformasi hasil perikanan yang mudah rusak menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Karena itu, masyarakat tidak hanya kita dorong mampu memproduksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki peluang pasar,” tutur Norhani saat membuka pelatihan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, termasuk SDM pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), sehingga masyarakat semakin produktif, mandiri, dan mampu menangkap berbagai peluang ekonomi.

“Peningkatan kapasitas SDM pelaku IKM menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perputaran perekonomian di Kalimantan Tengah. Kita berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha yang produktif, menghasilkan pendapatan bagi keluarga, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Norhani menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami karakteristik konsumen, menentukan target pasar, membangun kualitas dan identitas produk, serta mengikuti perkembangan tren pasar agar produk yang dihasilkan mampu bersaing.

“Cari target pasar yang akan dimasuki, kemudian buat produk sesuai dengan target pasar tersebut. Terus ikuti tren dan harus dinamis mengikuti perkembangan, sehingga mampu membaca peluang pasar yang belum banyak dimanfaatkan orang,” katanya.

Norhani juga mengingatkan peserta agar dalam mengembangkan produk olahan pangan tetap memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, keamanan pangan, kebersihan proses produksi, serta penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan.


Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mampu mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, diharapkan akan tumbuh usaha-usaha baru yang dapat memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam jangka panjang, peningkatan aktivitas usaha tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Simon F. Obos, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya perairan Kalimantan Tengah, baik yang berasal dari sungai maupun laut.

Menurutnya, selama ini sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar. Kondisi tersebut menyebabkan masa simpan produk relatif terbatas, sementara peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” jelas Simon.

Karena itu, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik serta sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.

Simon berharap pengembangan produk olahan ikan dapat terus mengangkat potensi serta kearifan lokal Kalimantan Tengah sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.

“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kita hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Simon menambahkan, Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM melalui penguatan kapasitas produksi, peningkatan standar mutu, pengembangan inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi pengolahan.


Melalui pelatihan ini, Pemprov Kalimantan Tengah berharap potensi hasil perikanan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi semakin banyak diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat IKM, serta turut menggerakkan perekonomian Kalimantan Tengah secara berkelanjutan. (Dw/Sumber:Disdagperin)

Dewi Rosmeity

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter