Upaya Pengendalian Karhutla di Kalteng Terus Diperkuat

Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 30 Juli 2026 21:05, Dibaca 97 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan seluruh unsur operasi darat maupun udara untuk mempercepat penanganan di sejumlah lokasi prioritas, Kamis (30/7/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah selaku Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa seluruh unsur Satgas terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dalam menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Evaluasi Inflasi Kalteng, Sahli Yuas Eko Pimpin Rapat TPID terhadap Rilis BPS bulan September 2024)

“Seluruh personel, baik Satgas Udara, Satgas Darat maupun tim pendukung operasi, kami kerahkan secara optimal sesuai tugas dan fungsinya. Fokus kami memastikan setiap titik api dapat segera terdeteksi dan ditangani secepat mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang didominasi hari tanpa hujan serta tingkat kekeringan lahan yang tinggi menjadi tantangan serius dalam upaya pengendalian Karhutla. Oleh karena itu, berbagai upaya seperti patroli udara, pemadaman darat, operasi water bombing, hingga patroli dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara terpadu.

“Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat agar penanganan Karhutla berjalan efektif dan terintegrasi,” katanya.

Pada sektor udara, Satgas mengerahkan armada patroli dan water bombing untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap titik-titik kebakaran. Hasil patroli udara menemukan sejumlah lokasi yang masih memerlukan penanganan intensif, terutama di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, dengan luasan area terbakar sekitar 9 hektare dan sekitar 15 hektare area yang masih mengeluarkan asap tebal.

Sebagai upaya percepatan pemadaman, operasi water bombing terus dilakukan dengan mengerahkan helikopter AS332C1 PK-DAN sebanyak 72 kali pengeboman air di wilayah Jabiren serta helikopter EH-60A ZK-HKU sebanyak 82 kali pengeboman air di kawasan Tumbang Nusa.


Selain dukungan udara, penanganan di darat juga terus dilakukan oleh Satgas Pemadam Darat bersama BPBPK, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TSAK, Balakar, MPA, relawan, serta pihak perusahaan.

Saat ini, penanganan Karhutla difokuskan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan karena kebakaran di lahan gambut berpotensi meninggalkan bara api di bawah permukaan tanah.

Selain kegiatan pemadaman, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mengintensifkan patroli darat dan siaran keliling di wilayah Kota Palangka Raya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, memahami dampak kabut asap terhadap kesehatan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas melalui layanan darurat yang tersedia.

Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, terdeteksi sebanyak 107 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Pulang Pisau dengan 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.

Meski citra satelit belum menunjukkan adanya sebaran asap, kondisi lahan saat ini sangat kering sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Selain itu, prakiraan cuaca hingga awal Agustus 2026 masih didominasi kondisi cerah berawan dengan potensi hujan yang rendah, sehingga risiko terjadinya Karhutla tetap perlu diwaspadai.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pelaksanaan operasi ini melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Satgas Pemadam Udara, Satgas Pemadam Darat dan Patroli, serta Tim Dukungan Operasi. Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk memastikan penanganan Karhutla berlangsung cepat, tepat, efektif, dan terkoordinasi. (Dw/Foto:BPBPK)

Dewi Rosmeity

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter