Kalteng Jadi Tuan Rumah Rakor Teknis Kebudayaan se-Kalimantan Tahun 2019

Kontribusi dari Disbudpar Prov. Kalteng, 08 Maret 2019 09:34, Dibaca 356 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - (08/03) Kalimantan Tengah kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yaitu Rapat Koordinasi Kebudayaan se-Kalimantan pada tahun 2019 ini. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 – 6 Maret 2019 bertempat di Ballroom Hotel Aquarius Palangka Raya bekerjasama dengan Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah. Peserta kegiatan yaitu Kepala Dinas Kebudayaan (atau yang menangani) Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, Kepala Dinas yang menangani kebudayaan di kabupaten dan kota, Kepala UPT. Taman Budaya dan Museum se-Kalimantan juga para Kepala Balai Bahasa yang ada di seluruh provinsi di Kalimantan.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dra. Sri Hartini, M.Si. dan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fachrizal Fitri, S.Hut, M.P. mewakili Gubernur Kalimantan Tengah yang mana menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan terhadap Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah rapat koordinasi dan pesan bahwa tantangan ke depan ialah bagaimana melestarikan budaya di era globalisasi yang begitu kuat terutama di kalangan generasi muda serta harapan agar kebudayaan menjadi unggulan daerah.

(Baca Juga : Kodim 1014/Pbun dan Bank Kalteng Turut Berikan Bantuan Penanganan Covid-19 di Kobar)

Kegiatan rapat dimulai dengan paparan oleh Dra. Sri Hartini, M.Si dengan tema Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kebudayaan di Indonesia yang membahas tentang Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 mengenai Pelestarian Cagar Budaya, Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 mengenai Pemajuan Kebudayaan, kebutuhan akan adanya Jabatan Fungsional Pamong Budaya di seluruh kabupaten dan kota, penyusunan strategi kebudayaan, platform pendukung kebudayaan, pentingnya penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), dukungan Dana Alokasi Khusus serta penetapan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) masing-masing daerah.

Sri Hartini juga menambahkan bahwa ada program Seniman Masuk Sekolah yang merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Kebudayaan yang mana dapat diikuti oleh pemerintah daerah, “Direktorat Kesenian sekarang sudah menyusun SKKNI untuk seniman tari, musik, teater, dan sebagainya. Kita punya Uji Kompetensi dan Sertifikasi bagi Seniman Masuk Sekolah termasuk para pelaku tradisi, pelaku cagar budaya dan pelaku sejarah sesuaii dengan amanah Undang-undang Pemajuan Kebudayaan.”

Paparan dilanjutkan dengan tanya jawab sampai dengan selesai dan ditutup oleh moderator Mochammad Andri WP, S.Sos dari BPNB Kalimantan Barat.

Rapat Koordinasi Teknis Kebudayaan se-Kalimantan dilanjutkan pada hari Selasa, 5 Maret 2019 dengan narasumber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalimantan Tengah Dr. Guntur Talajan, S.H., M.Pd, Kepala BPNB Kalimantan Barat Dra. Hendraswati, Kepala BPCB Kalimantan Timur Drs. Budhi Sancoyo, M.A., Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan Drs. Nuralam.

 (Anne/Foto: Edi)

Disbudpar Prov. Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook