Sudjud Dartanto: Dimana Ada Seni Disitu Ada Masyarakat yang Sehat, Kalau Seni Mati Masyarakat Akan Kacau

Kontribusi dari Rikah Mustika, 13 September 2018 15:59, Dibaca 661 kali.


MMCKalteng-Arstropika merupakan tema dan perspektif kurasi pameran seni rupa dalam rangka Temu Taman Budaya, Galeri dan Museum 2018 di Taman Budaya Palangka Raya. Acara tersebut digelar selama 5 hari sejak tanggal 12 hingga 16 September 2018.

“Kriteria arstropika kali ini adalah seni yang dihasilkan dari wilayah tropis dan mengandung unsur-unsur keindahan” ucap Sudjud Dartanto, selaku kurator dalam pameran tersebut.

(Baca Juga : Kapuas Raih Juara Dua Nasional Lomba Tari Daerah)

“Perlu memberitahukan kepada khalayak publik atau umum, mengenai penting dan perlunya karya ini diketahui publik adalah tugas kurator” imbuhnya.

Dipilihnya Kalimantan Tengah sebagai lokasi pameran tersebut dikarenakan Kalimantan Tengah dikaruniai sumber daya alam yang indah, beragam, dan juga faunanya. Tujuan digelarnya pameran yang bermakna simbolik-estetis ini yaitu untuk memperlihatkan wacana naturalisme yang ditandai dengan kekuatan, keindahan, jiwa alam dan isinya, menghadirkan lagi seni yang lahir dari daerah tropis, serta sebagai momentum simbolik ketika pameran ini diselenggarakan tepat di paru-paru Indonesia dan menjadi kontektual dalam memamerkan wacana seni tropis.

Sudjud menambahkan bahwa sesuai dengan keinginan Jokowi, apabila kebudayaan dilihat dari perspektif ekonomi tidak akan kemana-mana, tetapi apabila kesenian dilihat dari investasi maka akan menjadi dahsyat.

Kurator yang sudah berpengalaman selama 25 tahun itu mengatakan, “Dimana ada seni disitu ada masyarakat yang sehat, kalau seni mati masyarakat akan kacau. Karena melalui seni kita akan belajar keberagaman”  (Rikah / Foto : Asep)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook