Gubernur Kalteng Hadiri Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021

Kontribusi dari Widia Natalia, 11 Januari 2021 10:58, Dibaca 177 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 secara virtual dari Aula Serbaguna Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (11/01/2021). Rakernas dilaksanakan terpusat dari Istana Negara, Jakarta.

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo dalam laporannya menyampaikan, pertemuan kali ini dalam rangka membahas program kerja pembangunan pertanian Tahun 2021. Rakernas ini adalah memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi ditengah Covid-19.

(Baca Juga : Gubernur Harapkan Pejabat Yang Baru Dilantik Bisa Berikan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat)

Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan Pertanian yaitu pertanian maju, mandiri dan modern. Arah kebijakan menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat dan tepat untuk mecapai kinerja yang lebih maju sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo diantaranya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan kemandirian Nasional dan lokal, memanfaatkan kekinian teknologi atau modernisasi dan mekanisasi dan korporasi dari hulu sampai hilir pengembangan pertanian.

“Program tambah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan merupakan nilai tambah dan eksport yakni pertama, meningkatkan produktivitas yang dicapai 2020, akan lebih baik di Tahun 2021”, ucap Syahrul Yasin Limpo.


Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 dibuka secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam arahannya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi yang makin central.

“Kita tahu, WHO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan. Hati-hati mengenai ini”, tutur Presiden.

Hal ini diakibatkan adanya pembatasan mobilitas warga dan distribusi barang antar Negara, sehingga distribusi pangan dunia menjadi terkendala. Joko Widodo mengatakan pengelolaan yang berkaitan dengan pangan agar betul-betul ditangani dengan serius, terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang import seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih dan beras.

“Dan komoditas lain yang masih import, tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan. Kita harus membangun sebuah kawasan yang ekonomik skill, tidak bisa kecil-kecil lagi. Sebab itu kenapa saya dorong Food estate ini agar bisa diselesaikan. Paling tidak Tahun ini di Sumatera Utara, yang di Kalimantan Tengah itu diselesaikan. Kita mau evaluasi problemnya apa, masalah lapangannya apa, tekhnologi yang kurang apa, dan juga cara-cara yang konvensional di Food Estate, karena ini akan menjadi contoh, nanti kalau ini benar, akan menjadi contoh bagi semua Provinsi”, tandas Joko Widodo.

Joko Widodo meminta agar betul-betul dilapangannya diikuti sehingga nantinya, apabila di dua Provinsi ini yakni pengembangan Food Estate di provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Kalimantan Tengah berhasil, maka Provinsi-Provinsi lain akan didorong untuk mengemban kepercayaan Pemerintah Pusat yakni menjadi wilayah pengembangan kawasan Food Estate.

“Kita akan berikan dana dari APBN tetapi betul-betul ada written ekonomi yang diberikan pada Negara”, tutup Presiden Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi Gubernur diantaranya Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng H. Nurul Edy, Inspektur Prov. Kalteng H. Sapto Nugroho serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng.(WDY/Foto:Arif)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook