Daerah Penyangga Pangan Harus Dibangun Infrastruktur

Kontribusi dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng, 21 Desember 2020 08:03, Dibaca 91 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya – Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) merupakan salah satu daerah penyangga pangan Kalimantan Tengah (Kalteng). Oleh sebab itu, pemerintah perlu pembangunan infrastruktur di daerah ini.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulpis Hj Rusita Irma saat dibincangi di gedung dewan, beberapa waktu lalu, Sabtu (19/12/2020). Menurutnya, masih banyak bidang pembangunan yang perlu diperhatikan pemerintah, salah satunya bidang pembangunan infrastruktur.

(Baca Juga : Legislator Muda Kalteng Ikut Demo di Jakarta )

Terlebih di wilayah pengembangan pertanian, dimana infrastrukturnya hingga kini masih minim dan sangat perlu diperhatikan pemerintah. “Harapan kita untuk infrastruktur, khususnya di kawasan pengembangan pertanian atau kawasan penyangga pangan Kalteng ini perlu ditingkatkan dan diperhatikan pemerintah,” kata Rusita.

Rusita juga mengatakan, beberapa kawasan seperti daerah Pandih Batu hingga ke kawasan muara Pulpis banyak infrastruktur di sana yang masih belum terbangun dengan baik.

“Karena masih banyak jalan dan jembatan yang rusak, kita harapkan ini bisa menjadi perhatian pemerintah ke depannya. Bagaimana anggaran pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur ini bisa dibagikan secara merata,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan terbangunnya infrastruktur diharapkan ke depan pembangunan ekonomi masyarakat juga akan berjalan lebih cepat. Karena arus transportasi barang dan jasa akan semakin lancar.

“Karena dengan terbangunnya infrastruktur otomatis juga akan memberikan pengaruh terhadap pembangunan ekonomi masyarakat,” pungkas Anggota DPRD Pulpis tiga periode ini. (Rovie / Foto: Rovie)

Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook