MENCEGAH HIV AIDS DAN SIFILIS, NAPI LAPAS MUARA TEWEH DIBERI PENYULUHAN SERTA DIAMBIL SAMPEL DARAH DAN URINE

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 03 Agustus 2018 09:53, Dibaca 749 kali.


MMMCKalteng –Sekarang ini berbagai penyakit menular bisa berkembang dimasyakarat dengan cepat , hal ini dikarenakan banyak faktor yang menyebabkan penyakit tersebut sehingga bisa tumbuh dengan cepat akibat penularan-penularan yang tanda disadari ataupun dengan sengaja dilakukan. Salah satunya seperti Penyakit HIV/ AIDS dan juga Sifilis, dimana kedua jenis penyakit mamatikan ini ditularkan bisa melalui kontak badan melalui hubungan seks bebas,jarum suntik, suka berganti ganti pasangan serta lainnya.

Untuk menghindari hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Muara Teweh dalam rangka memberikan penyuluhan kesehatan pencegahan dan penanggulangan bahaya dari penyakit HIV/AIDS dan Sifilis, Kamis (02/08).

(Baca Juga : Penutupan Pelatihan Kepada Wbp Rutan Kelas IIB Tamiang Layang)

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H. Robansyah dalam keterangannya mengatakan bahwa saat ini berdasarkan data yang mereka miliki di Kabupaten Barito Utara sudah terdapat beberapa orang yang mengidap dan terjangkit virus HIV/AIDS. Karena virus ini sangat mematikan dan sampai sekarang masih belum ada obat yang pas untuk menyembuhkannya maka kami berpikir pencegahan adalah satu langkah terbaik dari pada pengobatannya. Salah satunya adalah dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat seperti yang kita lakukan sekarang ini di Lapas Muara Teweh.

Kenapa dilakukan di Lapas Muara Teweh, menurutnya karena di Lapas terdapat banyak warga yang terkumpul dalam satu lingkungan, kita juga mudah memberikan penyuluhan. Selain itu  juga Lapas merupakan objek yang tepat untuk diberikan penyuluhan kesehatan terkait pencegaran dan penanggulangan Penyakit Menular seperti HIV/AIDS dan juga Sifilis dan ini disambut baik oleh pihak Lapas Muara Teweh, pada kegiatan penyuluhan kesehatan  dan pengambilan sampel darah dan urine di Lapas Muara Teweh ini pihaknya telah menurunkan petugas sebanyak 21 orang terdiri dari dokter dan tenaga Medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, ungkapnya.

Sementara Sarwito Kepala Lapas Muara Teweh  dalam keterangannya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Barito Utara yang telah memberikan penyuluhan kesehatan kepada warganya. Dijelaskannya selain kegiatan penyuluhan kesehatan, seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) WBP juga dilakukan pemeriksaan yakni dengan adanya pengambilan sampel darah sementara khusus kepada 115 orang narapidana yang terlibat kasus narkoba kita lakukan pemeriksaan darah dan urinenya.

Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan masuknya penyakit-penyakit menular ke lingkungan kita. Selain itu juga dengan pemeriksaan tersebut apabila ada warga yang teridentifikasi mengidap penyakit tersebut maka kita akan fokus berikan pengobatan kepada warga tersebut dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan setempat.

Sementara pemeriksaan Urine yang kita lakukan kepada 115 WBP Kasus Narkoba tidak lain adalah untuk pemberantasan jaringan narkoba di dalam Lapas, apabila ada yang positif narkoba maka kita akan tindak dengan tegas dan kita akan serahkan penanganannya kepada pihak yang berwajib. Menurut Kalapas, aturan sudah jelas. Apabila ada warganya yang melanggar maka kita akan tindak tegas.

Pada kegiatan penyuluhan kesehatan dan pengambilan sampel darah dan urine ini dari awal hingga berakhirnya kegiatan berjalan aman tertib dan lancar.  (Red-dok. Pirhan Humas Kalteng.Agust 2018).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook