Lapas Sampit Mantapkan Pembinaan Kerohanian Warga Binaannya

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 14 Februari 2020 14:45, Dibaca 423 kali.


MMCKalteng - Sampit - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit rutin melaksanakan ibadah atau pembinaan kerohanian bagi Warga Binaannya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas IIB Sampit Agung Supriyanto melalui Suban Rapi Selaku Pengelola Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas kelas IIB Sampit melakukan pengawasan dan pembimbingan secara langsung terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan, Jum’at (14/2/2020).

Adapun Kegiatan Ibadah atau Pembinaan Kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan ini dilakukan untuk semua Warga Binaan, baik yang beragama Muslim, Nasrani, Katholik, maupun Hindu. Seperti yang dilakukan oleh Suban Rafi Selaku Pengelola Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas kelas IIB Sampit ini, yang melakukan pengawasan dan pembimbingan secara langsung.

(Baca Juga : Gerak Cepat Kalapas dan Tim Zona Integritas)

Anggota Jemaat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sampit yang beragama Nasrani dan Katholik mengikuti kegiatan ibadah rutin yang di gelar 2 kali dalam seminggu, di Gereja Lapas Kelas IIB Sampit. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan pembinaan kerohanian ini merupakan kerjasama antara pihak Lapas Kelas IIB Sampit dan Gereja GKE Sampit.

Sedangkan Kegiatan ibadah atau pembinaan kerohanian bagi umat Muslim dilaksanakan pada pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai, sedangkan jika pada hari jum’at dilakukan pula sholat jum’at berjamaah di Masjid AT-TAUBAH Lapas Kelas IIB Sampit. Kegiatan ini bentuk manifestasi Keimanan dan Ketakwaan Warga Binaan kepada Allah SWT. Adapun kegiatan ini diisi dengan aktivitas mengaji dan ceramah oleh pihak Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Sampit.

Begitu pula Basarah Hindu atau Hindu Kaharingan yang dikoordinir oleh perwakilan Bimas Hindu Kementerian Kotawaringin Timur Sampit, melakukan persembahyangan umat beragama Hindu di Lapas Kelas IIB Sampit yang dilaksanakan di Aula Basarah Lapas Kelas IIB Sampit. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Ranying Hatalla Langit. Dalam bahasa Sangiang Basarah berarti menyerahkan diri kita kepada Ranying Hatalla agar dilindungi, diberkati dan diberikan anugerah dari Ranying Hatalla. Dengan melaksanakan persembahyangan Basarah adalah salah satu usaha sebagai manusia untuk menjauhkan diri dari pengaruh duniawi, dari pengaruh yang tidak baik, yang dapat menyesatkan diri. (Reddok, Humas-Kalteng, Feb’ 2020).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook