Anak Dipaksa Bekerja Merenggut Hak Dasar

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 29 Desember 2019 20:31, Dibaca 397 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya – Praktik eksploitasi anak yang masih terjadi, termasuk di Kota Palangka Raya disesalkan banyak pihak. Eksploitasi anak ini dapat dilihat, bagaimana si anak harus ikut bekerja mencari nafkah di pusat keramaian seperti pasar besar, kawasan publik, pusat kuliner dan kawasan lainnya.

(Baca Juga : BPPP Banyuwangi dan Dinas Perikanan Kobar Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele )

Terkait masih adanya praktik eksploitasi anak di Kota Cantik Palangka Raya ini diakui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan.

Sangat kita sesalkan, harusnya orangtua jangan melakukan hal itu kepada anak didiknya. Kasihan, anak usia sekolah harusnya perlu belajar bukan dipaksa ikut-ikutan bekerja,”tukasnya.

Menurut Sahdin, pihaknya banyak menerima informasi terkait adanya praktik eksploitasi anak, dimana ada orangtua menggerakkan anak-anaknya yang masih usia dini atau usia sekolah untuk bekerja dengan cara meminta-minta (mengemis) dan menawarkan beragam jualan.

Seperti di kawasan pasar tradisional dan ruang publik , seperti taman-taman maupun pusat kuliner. Anak-anak usia sekolah ini terlihat meminta-minta maupun menawarkan jualan seperti cemilan (makanan/minuman) serta lain sebagainya ke orang-orang yang tengah bersantai atau sedang berbelanja.

Aktivitas anak-anak ini tentu mengarah ke bentuk eksploitasi dilakukan orangtua dengan menyuruh anak-anaknya mencari uang dengan berbagai cara, termasuk jadi pengemis,”ujar Sahdin saat dikonfirmasi, Minggu (29/12/2019).

Masih adanya praktik eksploitasi anak lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya ini, tentu sangat memprihatinkan, karena anak-anak usia sekolah seharusnya mengikuti pendidikan dan pembelajaran, bukan malah mengemis atau bekerja yang terkesan tidak mengenal waktu.

Dengan kondisi ini lanjut Sahdin, pihaknya akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat , tentang hal-hal yang berkenaan dengan hak-hak dasar anak.

Bicara hak-hak dasar anak ini memang menjadi fokus kami , terutama untuk menuntaskan praktik eksploitasi anak dengan memastikan anak usia sekolah mendapat hak secara penuh mengenyam layanan pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan,”tegasnya.

Terlebih lanjut Sahdin, Kota Palangka Raya saat ini sedang berupaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), maka indikator yang mempengaruhi capaian tersebut, seperti praktik eksploitasi anak harus dituntaskan.

Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti Dinas Sosial dan Satpol PP , agar praktik eksploitasi anak ini dapat diminimalisir,”tuturnya.

Disisi lain, upaya sosialisasi dan edukasi harus terus dilakukan di lingkungan masyarakat, terutama melalui pihak kelurahan dan kecamatan.

Sosialisasi dan edukasi sisi negatif dari praktik eksploitasi anak ini secara umum telah dioptimalkan, terutama melalui perangkat kelurahan dan kecamatan,”sebut Sahdin lagi.

Selebihnya bagi orang tua kata dia, harusnya lebih banyak membebani anak didiknya dengan ilmu pendidikan, sesuai dengan perjalanan usia di fase bersekolah, ketimbang membebani anak untuk mencari uang sejak dini, yang berimbas pada sikap dan psikis anak menjadi keras. (MC. Isen Mulang.1)



 

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook