Kemendag Pantau Komoditas Bahan Pokok Di Palangka Raya

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 28 November 2019 23:08, Dibaca 183 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya – Guna memastikan aman dan stabilnya harga maupun ketersediaan bahan pangan menjelang perayaan Natal dan tahun baru, pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag), jauh-jauh hari memonitor dan memantau langsung komoditas kebutuhan pokok masyarakat itu dipasaran.

(Baca Juga : Kobar Bersiap Menjadi Kabupaten Sehat 2019)

Seperti pada Rabu (27/11/2019) sore, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Arlinda datang langsung ke Kota Palangka Raya. Ia Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalteng, Aster Binawati untuk memonitor dan memantau harga dan ketersedian bahan pokok di sejumlah ritel modern.

Disela pemantauannya Arlinda mengatakan, Kemendag sejak dini melakukan pemantauan komoditas bahan pokok dipasaran, guna mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari besar seperti halnya menjelang Natal dan tahun baru.

Ya, seperti di supermarket Hypermart ini, dimana semua bahan pokok masih stabil. Hanya saja harga daging ayam broiler yang mengalami perbedaan dengan HET yang ditetapkan yakni Rp 34 ribu, sementara disini Rp 36.500,” sebutnya.

Tetapi nanti kami  akan bandingkan dulu dengan harga dipasaran tradisional,” tambahnya lagi.

Arlinda mengungkapkan, dilakukannya pemantauan komoditas bahan pokok dipasaran adalah merupakan langkah kementerian untuk menekan ketika terjadi gejolak-gejolak harga, dan juga memastikan bahwa setiap komoditas bahan pokok tetap aman menjelang Natal dan tahun baru.

Dari hasil pantauan, dan hasil pernyataan kepala toko riteil tadi, bahwa pada prinsifnya pasokan aman menjelang akhir tahun, bahkan untuk harga dipastikan tidak akan ada kenaikan,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama Rony Hermawan dari hypermart, Palangka Raya mengatakan,  harga komoditas seperti pada daging ayam brioler, sebenarnya sudah lebih murah bila dibandingkan dengan harga daging ayam boiler yang dijual di pasaran. Meskipun sedikit lebih tinggi dibanding harga HET yang ditentukan.

Untuk harga daging ayam broiler itu sebenarnya lebih murah, bisa dibandingkan dengan harga yang ada di pasar tradisional, ditambah lagi disini kita sudah pack dengan plastik,” ujarnya.

Sementara terkait dengan pasokan barang kebutuhan pokok, maka kata Rony, pihaknya memastikan selalu aman, dengan catatan tidak terkendala transportasinya, misalkan seperti gangguan cuaca ataupun gangguan- gangguan lainnya.

Komoditas bawang merah dan bawang putih selalu mengandalkan pasokan dari luar daerah. Namun selama transportasinya aman, maka pasokan akan selalu ada. Terlepas itu kami pastikan harga tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga bergejolak,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1)

 

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook