Tiwah Massal di Desa Sigi Masuk Prosesi Tabuh

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 24 November 2019 22:23, Dibaca 291 kali.


MMCKalteng, Palangka Raya – Masih terpeliharanya beragam tradisi atau ritual bahkan dunia supranatural di tanah Dayak, tentu menjadi kebanggaan  bagi suku Dayak itu sendiri.

(Baca Juga : Sudah Setahun PDAM Terapkan Absensi Berbasis Android)

Seperti halnya upacara atau ritual Tiwah yang konon satu-satunya ritual yang mampu dipelihara dan dilestarikan secara berkelanjutan, terutama oleh  umat Kaharingan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan mengungkapkan, setiap pelaksanaan ritual Tiwah selalu mampu mengundang perhatian masyarakat luas.

Bahkan gelaran ritual ini juga mampu memikat daya tarik para wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan manca negara (wisman).

Seperti halnya pelaksanaan Tiwah Massal di Desa Sigi Kabupaten Pulang Pisau, yang selama tahapan-tahapan ritual mampu memantik perhatian wisman.

Belum lama ini belasan wisatawan asal Jerman yang dipimpin Profesor Weber, antusias menyaksikan dan mengikuti beberapa proses ritual Tiwah Massal di Desa Sigi. Nah, saat ini wisman dari Belanda juga mengikuti prosesi Tiwah itu,” beber Guntur, Minggu (24/11/2019).

Terlebih kata dia, prosesi ritual Tiwah sudah memasuki tahap Tabuh, yakni proses penombakan hewan sebelum puncak ritual Tiwah.

Saat ini sudah disiapkan 8 ekor hewan kerbau akan dilakukan prosesi penombakan saat tabuh pada  Senin 25 November,” ujar Guntur.

Perlu diketahui lanjut dia, ritual Tiwah Massal merupakan upacara penyucian dan pengantaran roh leluhur ke alam surga bagi umat Hindu Kaharingan, atau secara khusus dapat dikatakan, Tiwah merupakan proses dikembalikannya roh orang yang sudah meninggal kepada Sang Pencipta atau dikenal dengan Ranying Hattala Langit.

Selain memang merupakan upacara keagamaan yang didukung pemerintah, Tiwah ini kita harapkan menjadi daya tarik wisatawan. Tentunya apa yang menjadi ciri khas Kalteng harus didukung dan dikembangkan terus,” tukas Guntur.

Tiwah Masal di Desa Sigi yang dimulai pada November ini imbuhnya, dijadwalkan selesai pada pertengahan Desember nanti.

Kita patut berbangga, ritual Tiwah Massal Kalteng ini sudah masuk Calender Of Even (CoE) Kemenpar, sehingga kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1)

 

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook