Gubernur Kalteng : Indikator Capaian Pembangunan di Kalteng Menunjukkan Peningkatan Dalam Kurun Tiga Tahun Terakhir

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 16 Oktober 2019 11:01, Dibaca 726 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran mengatakan, dengan luas Provinsi (Prov) Kalteng hampir 1,5 kali pulau jawa dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan potensi daerah lainnya yang memadai, namun disayangkan SDA dan potensi daerah yang dimiliki belum dikelola dengan baik sehingga belum maksimal untuk kesejahteraan rakyat Kalteng.

"Dari sisi pemerintah daerah provinsi, telah memiliki sumberdaya manusia yang kapasitasnya mampu dalam pengelolaan SDA dan potensi daerah tersebut, namun keterbatasan anggaran APBD belum dapat membuat pemerintah daerah provinsi dapat berbuat banyak, APBD kalimantan tengah tahun 2019 sebesar 5 Triliun lebih dan dengan APBD yang terbatas, pemerintah provinsi kalimantan tengah tentu tidak maksimal membangun sarana dan prasarana untuk mensejahterakan rakyat," kata Sugianto Sabran.

(Baca Juga : Media Gathering Tahun 2019, Mengusung Tema “Media dan Pembangunan Berkelanjutan di Kalimantan Tengah” )

Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) program-program pembangunan Prov. Kalteng triwulan III tahun anggaran 2019, bertempat di Aula Serbaguna Bappedalitbang Prov. Kalteng, Rabu (16/10). 

Rakordal yang kita laksanakan hari ini dalam rangka evaluasi pelaksanaan pembangunan triwulan III tahun 2019, untuk mengendalikan pelaksanaan pembangunan tahun 2019 yang merupakan tahun ketiga RPJMD provinsi kalimantan tengah tahun 2016-2021," jelasnya.

Turut hadir dalam Rakordal, Ketua DPRD Prov. Kalteng Wiyatno beserta pimpinan dan anggota DPRD lainnya, Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, Unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya, Bupati/Walikota se-Kalteng, Instansi Vertikal, Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Kalteng, serta para tamu undangan lainnya.

"Indikator capaian pembangunan di kalimantan tengah menunjukkan peningkatan dalam kurun tiga tahun terakhir ini, namun demikian saya tetap meminta kepada Bupati/Walikota agar dapat melaksanakan pembangunan daerahnya untuk seluruh masyarakat yang berada di pedalaman yang belum tersentuh oleh pembangunan. Buka akses bagi wilayah wilayah saudara yang masih terisolasi, pembangunan secara komprehensif di segala bidang pada daerah-daerah pedalaman ini. Bangun infrastruktur, sarana prasarana pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat secara merata di berbagai pelosok di daerah," tegasnya.


Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menyampaikan bahwa capaian kinerja 3 tahun RPJMD Prov. Kalteng dapat dilihat dari beberapa indikator makro ekonomi, antara lain :

1. Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%. Dan pada triwulan I 2019 pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03% dan semakin tumbuh pada triwulan II 2019 sebesar 7,67%.

2. Angka kemiskinan maret 2019 sebesar 4,98% lebih rendah (lebih baik) dari capaian nasional yakni 9,41 %.

3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 sebesar 70,42, lebih rendah dari IPM Nasional yakni 71,39, namun demikian IPM Kalteng masuk dalam kategori kelompok tinggi, dan ini untuk pertama kalinya IPM Kalteng masuk dalam kategori kelompok tinggi (70 sampai dengan 80).

4. Gini ratio maret 2019 sebesar 0,336 lebih rendah (lebih baik) dibandingkan dengan capaian nasional sebesar 0,382.

"Capaian indikator makro pembangunan di atas, saya berharap dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada tahun 2019 ini dengan sinergitas, antara provinsi dan kabupaten/kota se-kalimantan tengah dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang difokuskan pada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian dalam arti luas, seperti pertanian, perikanan, Pariwisata, perindustrian, perdagangan, ukm dan lain-lain," tuturnya.


Gubernur menjelaskan bahwa untuk menunjang pembangunan, Kalteng terbuka dan menerima para investor yang mempunyai visi yang sama dengan Pemprov yakni dapat membangun Kalteng untuk kesejahteraan rakyat Kalteng. Saat ini Kalteng sedang menjajaki kerjasama dengan investor Uni Emirat Arab (UEA) di sektor pertanian. Pemprov Kalteng akan bekerjasama dengan investor elite agro UEA.

"Saat ini kita sudah memasuki triwulan IV, triwulan terakhir dalam tahun ini, saya minta provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan harus sesuai jadwal yang ditetapkan, agar program/kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tepat mutu, tepat waktu dan tepat volume, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan upaya-upaya percepatan penyerapan anggaran, khususnya penyerapan belanja langsung," ujarnya.

Hal tersebut sebagai upaya percepatan terealisasinya target-target kinerja pembangunan sebagai salah satu komponen terbesar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan.

"Dalam kesempatan ini tadi, saya sudah menerima sertifikat WTP dari kementerian keuangan untuk provinsi kalimantan tengah dan menyerahkan sertifikat WTP kepada 13 (tigabelas) kabupaten/kota. Sertifikat WTP ini adalah atas keberhasilan daerah mengelola APBD dengan baik dengan penilaian wajar," pungkasnya. (ARP/Foto:Asep)

 

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook