Kekuatan Pendidikan

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 02 Mei 2019 08:55, Dibaca 311 kali.


Pendidikan sejak usia dini menjadi pendidikan awal yang sesuai dengan tujuan untuk mengembangkan sosialisasi anak, menumbuhkan kemampuan sesuai dengan perkembangannya, mengenalkan lingkungan kepada anak, serta menanamkan disiplin. Ketika melalui pendidikan dapat menanamkan atau mentransfer nilai-nilai moral dan nilai sosial kepada anak. Proses yang panjang ini dilalui dengan pendidikan, yaitu dengan memperoleh nilai yang diperoleh dari masyarakatnya.

Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat keluarga, masyarakat sekolah, masyarakat tempat bekerja, dan masyarakat tempat anak tersebut bergaul. Pendidikan mampu membentuk kepribadian melalui pendidikan lingkungan yang bisa dipelajari, baik secara sengaja maupun tidak. Hal ini mengingat bahwa pendidikan itu melalui tiga pilar, yakni pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan masyarakat. Pendidikan mampu membentuk anak memiliki disiplin, pantang menyerah, tidak sombong, menghargai orang lain, bertaqwa, dan kreatif, serta mandiri. Didik memiliki makna memelihara dan memberi latihan. Kedua hal tersebut memerlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan tentang kecerdasan pikiran.

(Baca Juga : Basis Inovasi)

Proses pengubahan sikap dan perilaku anak dalam usaha mendewasakan kepribadian melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Enam fungsi pendidikan (Depdiknas 2004), yakni: pertama, mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin kepada anak. Kedua, mengenalkan anak pada dunia sekitarnya. Ketiga, menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik. Keempat, mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Kelima, mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak. Keenam, menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar. Proses pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai positif akan tepat dimulai ketika anak usia dini.

Dengan demikian pendidikan bagi peserta didik yang masih kecil merupakan landasan yang tepat sebelum masuk pada pendidikan yang lebih tinggi. Kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan inilah menjadi tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 yaitu “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Proses pendidikan dapat diperoleh dari anak lahir sampai dewasa. Untuk itu diperlukan usaha melalui proses secara terus menerus. Anak akan melakukan rekonstruksi pengalaman dan sekaligus merupakan proses pertumbuhan yang mengarah ke pertumbuhan selanjutnya. Relevansi merupakan tuntutan sejak kecil, remaja, sampai dewasa. Masa relevansi sejak di pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, dan masa dunia kerja. Masa relevansi itu terus menerus secara kontinuitas.

Selanjutnya masa penyesuaian diri adalah masa fleksibilitas luwes yang disesuaikan dengan kebutuhan diri pada masanya. Artinya anak harus bisa, mampu, dan mau menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya, baik lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, desa, maupun kota. Anak harus juga menyesuaikan diri dengan segala situasinya, berpendidikan atau kurang berpendidikan, miskin atau kaya. Selain itu, anak harus menyesuaikan diri dengan tempat atau penyesuaikan diri secara geografis. Cita-cita anak akan sesuai dengan tanggung jawab terhadap pendidikannya, baik pendidikan formal maupun pendidikan masyarakat/lingkungan. Anak memiliki kelebihan dan potensi yang seyogianya dapat berkembang untuk pemenuhan jati diri, meliputi: kematangan biologis, psikologis, pedagogis, dan sosiologis. Upaya sadar untuk menyiapkan anak melalui penguatan pendidikan dan bimbingan pengajaran supaya anak menguasai kemampuan sesuai dengan perannya.(syatmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook