Kompetensi Penunjang Tupoksi

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 24 Februari 2019 09:36, Dibaca 545 kali.


Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan Peraturan Pemerinah Nomor 18 Tahun 2016 sebagai implementasi dari Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah secara tegas telah mengatur tentang Urusan Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta tugas pokok dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan pembangunan. Pengelolaan pembangunan di daerah ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di instansi tersebut. Wibowo (2008) menjelaskan kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta dukungan oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Untuk itu, manajemen SDM diperlukan dalam mengelola instansi secara sistematis, terencana, dan terpola, sehingga tujuan yang diinginkan saat sekarang ataupun yang akan datang dapat tercapai secara optimal.

SDM berkompeten dapat diartikan dengan aparatur yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatannya. Tupoksi yang kompleks pada pemerintah kabupaten/kota memiliki empat aspek penting, yakni: 1) kewenangan yang memadai; 2) aparatur yang memiliki kemampuan manajerial dan kemampuan teknis mumpuni; 3) manajemen kinerja yang baik; dan 4) sumber daya yang memadai termasuk dana, material, peralatan, teknologi, dan sebagainya.

(Baca Juga : Ibadah Puasa)

Aparatur dapat melaksanakan tupoksi secara efektif dan efisien serta selalu terpacu untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem, tata kerja, dan usaha lainnya ke arah yang lebih baik. Untuk mencapai hal itu diperlukan aparatur negara yang profesional. Ini tercermin dari sikap serta perilaku yang penuh kesetiaan, ketaatan, disiplin, bermoral, bermental baik, akuntabel dan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap tanggung jawab sebagai pelayan publik yang baik. Davis (2010) menjelaskan bahwa ada dua faktor utama mempengaruhi kinerja individu yakni kemampuan dan motivasi kerja. Kemampuan aparatur bergantung dari tingkat pengetahuan  yang dimiliki, latar belakang pendidikan, dan keterampilan yang dikuasai. Motivasi kerja diartikan sebagai suatu dorongan dalam aparatur untuk mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Apabila aparatur menempati posisi jabatan tertentu, harus memiliki kompetensi yang dipersyaratkan pada posisinya. Model kompetensi ini dapat menentukan secara tepat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk keberhasilan dalam menjalankan tupoksi. Kompetensi dari aspek pengetahuan meliputi: a) analytical thinking, yakni berpikir analitis, b) conceptual thinking, yakni berpikir konseptual, c) expertise, yakni keahlian. Kompetensi dari aspek keterampilan meliputi: a) achievement orientation, yakni orientasi pekerjaan berdasarkan hasil kerja seseorang, b) concern for order, yakni kejelasan tugas kualitas dan ketelitian kerja, c) initiative, yakni semangat untuk menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab, dan d) information seeking, yakni penemuan informasi.

Untuk mencapai kinerja yang efektif khususnya dengan melihat pengembangan kompetensi aparatur pada setiap instansi harus dilaksanakan. Moeheriono (2009) menyebutkan salah satu manfaat dan keuntungan dalam pengembangan kompetensi dapat dikatakan sebagai acuan kesuksesan awal melaksanakan tupoksi. Tupoksi merupakan hal yang wajib dikerjakan aparatur dalam instansi secara rutin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan program kerja yang telah dibuat berdasarkan tujuan, visi, dan misi.

Tupoksi sebagai jembatan penghubung antara aparatur dan instansi. Uraian pekerjaan tersebut dapat didesain dengan tepat agar memperoleh dan memelihara satuan kerja yang produktif. Desain pekerjaan merupakan fungsi penetapan kegiatan kerja individu ataupun kelompok kerja aparatur. Pembagian tupoksi dalam instansi berpengaruh terhadap efektivitas kerja. Tuntutan tugas tersebut sesuai dengan kemampuan seseorang menjalankan aliran kerja yang dihasilkan sesuai dengan petunjuk tentang urutan pekerjaan. Tupoksi yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan motivasi, sehingga kesuksesan dan keberhasilan dapat diraih. (syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook